Ini adalah Aku

Ini adalah Aku

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 26, 2020
Assallam Mualaikum Wr.Wb Aku akan mencoba menulis ini semua dengan setulus mungkin dari lubuk hati yang terdalam. Dengan keadaan hening, bisu, tenang lalu hanyut bersama kesunyian. Jika pun mereka bertanya, enggan pula aku memberi tahu nya. Biarlah,hanya gemersik jangkrik dan hembusan angin yang menjadi rekan ku. Sebelum memulai cerita ku ini, aku ingin mengucupkan terima kasih kepada diriku sendiri. Yang selalu kuat dan tabah menjalani kehidupan ini, yang terkadang berjalan tidak seperti yang aku ingin kan, tidak semulus yang aku harapkan. Walau pun begitu, aku harus terus berjalan dengan kepala tegak dan bibir yang tersenyum. Selanjutnya aku ingin berterima kasih sebanyak banyaknya dan rasa syukur kepada sang pencipta Allah SWT yang selalu memberi kenikmatan yang tak ternilai. Walaupun hamba nya ini terkadang mengeluh atas takdir yang ia berikan. Tapi Allah SWT nggak henti hentinya mencurahkan rahmat dan hidayah nya buat ku, dari masih di dalam rahim ibu sampai sekarang ini. Dan terkahir, aku ingin berterima kasih kepada kalian yang telah meluangkan waktu nya untuk membaca cerita ku ini. Tulisan ini hanyalah sebaik-baiknya hati yang menggambarkan indah perihnya setiap perjumpaan dan perpisahan dari sudut berbeda.Mohon maaf bila ada kesalahan penulisan atau kata yang sulit di mengerti. Seperti hati dia yang sulit di mengerti. aciat ciat ciat ...... Oke cukup sekian kegaringan saya wkwkwk ... Wassalamualikum wr.wb
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Sepucuk Rindu
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Sahabat Jadi Cinta (RiFy)
  • Air Mata Cinta
  • Love In My Life
  • Sekali Lagi (End)
  • Mahligai Sunyi

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines