Dua Menit
  • WpView
    Membaca 12
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Sep 13, 2024
WpInfo
Non-fiksi
Ada suatu hari, dimana aku harus bertarung dengan perasaan. Baru saja aku mengatakan, bahwa hari ini aku sedang bahagia. Tapi dua menit kemudian perasaan ini berubah seketika menjadi kecewa. Berawal dari saling tanya, kemudian tertawa, saling tukar cerita, sepertinya tidak ada yang dapat mengganggu kita berdua. Bahkan sebelum dua menit kemudian, aku masih bisa menatap matanya menggunakan perasaan. Menatapnya seperti itu, bukan berarti aku jatuh hati kepadanya. Melainkan aku melihat kedamaian dalam dirinya. Ada beberapa pertanyaan untuk diriku. Apakah ini cinta? Aku menjawab ya, ini adalah cinta. Cinta terhadap wanita. Keindahan wanita yang telah Tuhan anugerahkan kepada semua kalangannya. Cinta bukan berarti harus memiliki, melainkan mensyukuri atas apa yang telah Tuhan berikan kepada semua manusia. Hahaha,,, maaf aku malah bercerita tentang perasaanku. Dua menit kemudian terjadi. Datang seorang laki laki menghampiri kami. Mereka mengobrol, saling sapa, saling tanya, kemudian tertawa terbahak-terbahak. Aku mengerutkan keningku sambil bertanya tanya dalam hati. "Ada apa ini?, barusan aku mengobrol,saling tanya,bertukar cerita tapi tidak seperti itu". Apakah mereka saling jatuh cinta?. Seketika, muncul perasaan kecewa. Aku terdiam seperti karang dihantam ombak lautan. Kemudian, aku pergi untuk meredam. Waktu terus berputar. Dia datang menghampiri. Bukan untuk menyapa melainkan hanya meninggalkan jejak. Kemudian aku bergegas menghampirinya untuk menyelipkan sepatah kata tanya. "Capek?" Dia hanya tersenyum biasa. Tapi mengapa, dalam matanya seperti ada magnet yang terus menerus menarik perasaan ini. Dia pergi dan aku hanya terdiam tanpa kata kata. Satu hari yang sempurna. Satu hari yang patut aku syukuri. Dimana semua manusia memang memiliki cinta, tapi tidak semua manusia bisa menempatkan cinta pada porsi nya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#104
puisiku
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Angel To Raya (END)
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • False Hopes
  • KHALISA🖤
  • MY LOVE STORY
  • Air Mata Cinta
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • My Quuen is Bad Gril

Cerita ini menceritakan tentang wanita yang di nikahi bukan karena CINTA melainkan harapan. Ya, harapan akan sesosok malaikat kecil yang di impikan untuk melengkapi sebuah bahtera rumah tangga. Raya, nama yang menjadi kandidat Indra untuk calon ibu dari bayinya kelak. Bayi yang akan melengkapi kisah kasih pernikahannya dengan Maya wanita pemilik cintanya. Sementara itu Raya selalu menganggap Indra seperti Angelnya. Orang yang memberinya harapan baru dengan janji. Janji yang tak pernah ia tepati. Lalu apakah Raya akan menerima Indra? Apa selamanya ia hanya akan di jadikan yang kedua? Atau mencari Angel yang lain?? "Mengapa kau melamarku?" tanyaku menatap pada lelaki di depan. Lelaki yang sebulan lalu berhasil mengisi hatiku. Bahkan, sampai sekarang pun masih. "Aku telah mengatakannya, istriku yang memintamu. Ia ingin memiliki seorang anak dan ia tahu ia tak bisa memilikinya sendiri." "Maksudmu aku hanya kalian anggap sebagai sapi perah, begitu?" tanyaku sinis. "Tidak, tidak Raya. Tentu saja tidak." "Apa kau mencintaiku?" tanyaku mengalihkan topik. Sekilas aku melihat Indra menegang sebelum dengan cepat ia kembali menguasai diri. "Maaf, aku tidak mencintaimu, mungkin belum. Tetapi aku berjanji akan mencintaimu. Bagaimana apa kau mau menjadi istriku?" * * * Huhuhu. Penasaran Raya terima Indra atau gak? Cus, langsung di kepoin aja. Udah END loh!:()

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan