Derah Larangan

Derah Larangan

  • WpView
    Reads 18,147
  • WpVote
    Votes 456
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 13, 2020
Cerita ini berdasarkan pada mitos yang pernah saya dengar. Mitos turun temurun yang saya tidak tahu pasti kebenarannya. Cerita ini sudah tidak murni lagi sebagian besar cerita sudah saya ubah dengan khayalan saya sendiri jadi di mohon untuk bijak. jika ada kesamaan nama, tokoh, tempat dan kejadian semua hanya kejadian tidak ada unsur kesengajaan. __________________________________________________ _________________________________ "Sudah susah payah datang. kenapa buru-buru pergi ?" Ucapnya di iringi dengan seringai tawa yang sangat mengerikan. aku bergidik merinding. Nafasku tersengal senggal berusaha mencari pintu untuk segera kabur dari rumah terkutuk ini. tapi yang ku temukan adalah sebuah peti mati. Sementara wanita bersanggul itu semakin keras tertawa. "Sebentar lagi cah ayu..." lanjutnya pelan
All Rights Reserved
#34
hororr
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KKN DI DESA PENARI (Versi Nur)
  • HUTAN BELAKANG SEKOLAH (End)
  • KUTUKAN (SUDAH TERBIT)
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • Gentayangan di Kereta Terakhir
  • Kembali
  • The Forest of Destiny | Nomin ✔
  • KEJAWEN : jilid 1
  • Dibalik Pintu [Bts Horor]
  • Mencari Istri Baru untuk Suamiku

Cerita ini adalah cerita yang pernah gw tulis, namun dari sudut pandang berbeda, kali ini, penulis sudah mendapatkan ijin dari yang punya cerita, sehingga penulis bisa mengeksplore semua teka-teki yang sebelumnya tidak terjawab di versi lain cerita ini. masih sama seperti yang dulu, untuk peraturan kita, lokasi, kampus, fakultas semua di rahasiakan. untuk kalian yang sudah menebak atau tahu dimana latar lokasi cerita ini dimohon untuk tidak mengungkap sebagai penghormatan atas janji penulis kepada si pencerita. untuk pengertianya, gw ucapkan terimakasih sebesar-besarnya. -SimpleMan

More details
WpActionLinkContent Guidelines