Derah Larangan

Derah Larangan

  • WpView
    Reads 18,147
  • WpVote
    Votes 456
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 13, 2020
Cerita ini berdasarkan pada mitos yang pernah saya dengar. Mitos turun temurun yang saya tidak tahu pasti kebenarannya. Cerita ini sudah tidak murni lagi sebagian besar cerita sudah saya ubah dengan khayalan saya sendiri jadi di mohon untuk bijak. jika ada kesamaan nama, tokoh, tempat dan kejadian semua hanya kejadian tidak ada unsur kesengajaan. __________________________________________________ _________________________________ "Sudah susah payah datang. kenapa buru-buru pergi ?" Ucapnya di iringi dengan seringai tawa yang sangat mengerikan. aku bergidik merinding. Nafasku tersengal senggal berusaha mencari pintu untuk segera kabur dari rumah terkutuk ini. tapi yang ku temukan adalah sebuah peti mati. Sementara wanita bersanggul itu semakin keras tertawa. "Sebentar lagi cah ayu..." lanjutnya pelan
All Rights Reserved
#34
hororr
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gentayangan di Kereta Terakhir
  • HUTAN BELAKANG SEKOLAH (End)
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • Dibalik Pintu [Bts Horor]
  • KKN DI DESA PENARI (Versi Nur)
  • KUTUKAN (SUDAH TERBIT)
  • The Forest of Destiny | Nomin ✔
  • Kembali
  • KEJAWEN : jilid 1
  • Mencari Istri Baru untuk Suamiku

"Bukan semua penumpang ingin sampai tujuan. Sebagian... hanya ingin kita ikut bersama mereka." Ketika Kirana terbangun di dalam kereta yang tak pernah ia naiki, tanpa ingatan jelas bagaimana bisa ada di sana, ia hanya tahu satu hal: kereta ini tidak berhenti. Setiap gerbong menyimpan sesuatu yang tak seharusnya hidup-bayangan masa lalu, wajah yang mirip dirinya, suara-suara yang tak berhenti memanggil. Waktu menunjukkan 23:47-dan sejak itu, waktu tak bergerak lagi. Kereta ini tidak melaju menuju kota mana pun. Ia menuju penyesalan, penghakiman, dan kebenaran yang terkubur. Di balik jendela, wajah-wajah menatap balik. Di balik koper, masa lalu terbangun. Dan satu per satu, Kirana harus memilih: apakah ia penumpang... atau korban? Sebuah horor psikologis yang mengaburkan batas antara dunia nyata dan alam kematian. Untuk para pembaca yang menyukai twist gelap, atmosfer mencekam, dan teka-teki batin yang menghantui. Siapkah kamu menaiki kereta terakhir? Jangan menoleh ke jendela. Jangan bicara dengan penumpang lain. Dan yang paling penting: jangan pernah membuka koper itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines