istiqarah cinta

istiqarah cinta

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 28, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
namaku anatasya ayuningsih, berumur 20 tahun,, ketikaku bertemu dengan seorang laki laki untuk pertama kalinya hati ini seakan ingin bersamanya dalam kehidupan di dunia hingga ajal menjemput. seorang laki laki yang membuat anatasya jatuh cinta pada lantunan ayat suci yang di bacakan dalam setiap shalatnya, lantunan yang membuat hati ini menjadi tenang dan juga merasakan getaran yang tak pernah di sangka sangka. banyak laki laki yang mendekatinya namun hati telah menemukan pemimpin dalam kehidupan di dunia ini yang sementara, jatuh cinta pada lantunan ayat suci yang kau bacakan,. seorang laki laki yang menyatakan kerinduan nya terhadap perempuan itu adalah salah satu tanggung jawab yang harus di bayar, dengan cara menghalalkanmu. mencintai seorang perempuan ataupun laki laki yaitu mencintai mereka karna allah Swt, bukan karna hawa nafsu yang ada pada diri kita ini. sebuah cinta tanpa adanya restu pada orang tua bukanlah cinta yang sejati yang harus di bayar dalam setiap lantunan yang sering kau bacakan, mencintaimu dengan halal adalah cinta yang di ridhoi allah Swt.
All Rights Reserved
#144
kebahagian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Embun Pagi
  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • Sekali Lagi (End)
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • [END] When the Stars are Tired
  • Kutunggu Hijrah Subuhmu (TERBIT)✅
  • ELEGI ASMARA
  • LOVE OR ENEMY...  💜Completed💜
  • L.O.S.T Don't Know How to Love
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)

Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.

More details
WpActionLinkContent Guidelines