My Little Devil

My Little Devil

  • WpView
    Reads 2,876
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 6, 2024
Yang namanya cinta, kita tidak tau kapan datang. Kita tidak tau kapan akan hadir di hidup kita. Mengisi segala kekosongan dalam hati. Mungkin bukan sekarang. Mungkin juga bukan hari besok. "Tapi Suatu saat nanti kamu akan mendapati Cinta sejati yang benar-benar akan bersamamu, mengisi harimu dengan suka dan duka. Canda dan tawa". Sekalipun ada kata dari bibirmu yang menyakiti hatinya. Ada kata dari bibirmu juga yang membabi buta dengan caci maki. Tapi dia akan tetap berdiri di titik yang sama dia tidak akan goyah karna besar cintanya dia kepadamu melebihi apa yang kamu lontarkan ke dia. Pertahankanlah ia dalam keadaan apapun. Dia yang akan menemanimu. Dia yang akan memberi bahu di saat kamu lelah dan kamu terjatuh. "Dia yang ada mengisi harimu meski raga tak selalu berada di sampingmu. Tapi Dirimu sendiri yang bisa merasakan ia berada di sisimu sepanjang hari". Kamu tidak perlu mencari yang dekat untuk selalu bertemu. Kamu perlu mencari yang benar benar bisa berteman dengan rindu, berteman dengan jarak, mencintaimu tanpa harus merasakan langsung perlakuanmu. Dia yang benar menunggu moment bertemu denganmu tanpa harus melepaskanmu dan mencari yang bisa ia temui kapanpun. "Waktu tak akan pernah habis. Biarkan waktu dan perjalanan cinta kita yang menjawab semua pertemuan kita".
All Rights Reserved
#1
girlslikegirls
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • My Perfect BoyFriend
  • ...
  • Relationshit (Completed)
  • Break Up? || gxg
  • Sebatas Mimpi
  • Mencintai Tanpa Terluka 1 {END}
  • Standing With You (gxg) (completed)
  • ONE DAY

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines