KACAMU, KACAKU JUGA

KACAMU, KACAKU JUGA

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 22, 2019
Jodoh memang lah cerminan diri. Saat ini tugasku hanyan ingin memperbaiki diriku dan lebih mendekatkan diri pada sang maha pencipta. Soal kamu nanti saja ya. Aku tau aku sangat mengagumi mu, aku sangat jatuh hati padamu. Namun saat ini aku merasa belum baik untuk memilikimu. Biarlah saat ini aku serahkan perasaan ku pada sang maha pemberi perasaan. Sampai pada akhirnya Allah benar-benar menakdirkanmu untuk ku, ketika akad itu sudah terucap di hadapan penghulu. Perjalanan ini tidaklah sebentar, saat ini aku masih saja tidak menyangka, seorang pendosa yang mendapatkan jodoh terbaik. Tentang mu adalah sesuatu yang tak pernah usai, aku yang telah ditakdirkan untuk menjadi imammu, insyaallah kita akan melangkah bersama menuju surga Nya. Kini ku percaya, jodoh adalah cerminan diri, namun apakah benar kamu cerminan diriku?
All Rights Reserved
#58
remajahits
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIFFERENT
  • HAURA (18+) TERBIT BUKU
  • Ikhlas Bersamamu |END|✓
  • YA HABIBATI [ Selesai ]
  • Jodoh Bukan Cerminan Diri
  • Aisyah
  • Imam Sholat Mayza
  • Assalamualaikum Cinta
  • Hijrahku Mempertemukan Kita
  • Kekasih Impian✔
DIFFERENT

Sabiya Nasira Raesha (22 tahun - seorang guru taman kanak-kanak) Katanya jodoh adalah cerminan diri? Tapi mengapa Allah mengirimkan jodoh yang begitu sempurna untukku? Abizar Sarfraz Faizan (25 tahun - seorang mahasiswa dan dosen) Percayalah tidak ada manusia yang sempurna. Dan aku percaya bahwa kamulah jodohku. Pertemuan kami yang secara tidak sengaja di suatu sore ternyata menjadi awal cerita kami. Karena jika memang ditakdirkan untuk bersama, semua akan terasa mudah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines