Perjalan cinta seorang laki-laki penuh lika-liku, sedari menuju kebahagian hingga kenestapaan. Masa-masa cinta bersemi kembali lalu seketika tandus dan gersang kembali menghujam hatinya, sepi dan selalu sepi hanya nestapa menjadi teman setia. Kegagalan adalah awal langkah menuju tempat, yang dinamakan rumah untuk menetap. Apakah harus seperti halte bus diri ini, hanya sekedar untuk singgah sementara lalu pergi tidak kembali. Raga ini semakin tua, hanya butuh dermaga yang dirindukan untuk menepi.
All Rights Reserved