MENTARIKU ( ON GOING )

MENTARIKU ( ON GOING )

  • WpView
    Reads 284
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 14, 2020
Julian Arbany dan Mentari adalah pasangan paling serasi di SMA mereka. Siapa yang tak iri dengan hubungan kedua nya yang terbilang selalu romantis dan jauh dari pertengkaran. Bany begitu merasa beruntung karena mendapatkan seorang Mentari yang begitu mengubah kehidupan nya. Mentari yang cantik, pintar dan selalu ceria seakan memberikan cahaya pada kehidupan nya yang terasa gelap tak berwarna. Namun ia menjadi lelaki pengecut yang dengan tega melepaskan Mentari nya hanya karena melihat kegagalan yang dialami oleh kakaknya-Bara. Kenyataan yang ada Bany tak juga bisa melupakan sosok Mentari dalam hidup nya. Akankah takdir&cinta dapat mempertemukan mereka kembali?
All Rights Reserved
#1
mentariku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aishiteru
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • ZAWIL
  • Oh, My CRUSH! (TAMAT)
  • Bukan Salahnya Hujan (Completed)
  • my children but, not my child (END)
  • Titik Temu
  • Pastry Love Story
  • Mentari Pagi (SELESAI)
Aishiteru

"kau terlalu ikut campur urusanku!memangnya kau itu siapa?mulai sekarang jauhi aku!"Yusuf menatap tajam ke arah gadis di depannya. Perlahan laki-laki itu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan gadis yang tengah mematung. Iris mata Aru melebar, ada dirinya berbuat kesalahan untuk ke dua kalinya? Ombak laut bergemuruh mengiasi malam yang tidak pernah di inginkan si gadis. Aru melepaskan satu sandalnya dan tanpa ragu melemparkan ke arah laki-laki yang tengah berjalan menjauh darinya. "Buggh!" Sandal itu tepat mengenai tengkuk Yusuf. "Kenapa kau selalu menutup mata?bukalah matamu dan lihatlah ke depan dasar bodoh! masih ada banyak orang yang peduli kepadamu, jangan memendam masalah sendiri! ceritalah kepadaku atau kepada orang yang kau percayai aku tahu itu tidak akan membantu menyelesaikan masalah tapi hal itu bisa akan meringankan beban pikiranmu."Aru berbicara dengan lantang. Yang membuat langkah kaki laki-laki bermanik coklat itu terhenti. Yusuf membalikan badan, lalu menatap gadis bersurai coklat itu dengan mata sayu. Mata mereka saling bertemu. Angin laut menerpa tubuh mereka, membuat rambut ikal berwanran coklat milik sang gadis bergibassan kesana kemari. Yusuf mengambil sandal pink yang berada di depannya lalu perlahan menghampiri Aru. "jika aku memberi tahu beban pikiranku, aku takut membuatmu atau orang di sekitarku merasa sedih, aku tidak ingin merusak kebahagian orang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines