My Katedral Appa

My Katedral Appa

  • WpView
    LECTURAS 41
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 23, 2019
Ayah ku tidak sesempurna yang orang bayangkan. Setidaknya itulah argumen ku sebelum dia datang saat salju pertama turun. Udara dingin yang kurasakan terganti dengan hangat yang menjalar melalui pelukannya. Meski begitu aku dan ayah berbeda. Ada dinding tak kasat mata yang memisahkan kita. Meski begitu aku tetap bersyukur Tuhan ku menyampaikan keinginan ku kepada Tuhan ayah untuk bisa hidup bersamanya. Welcome to my hurt story'
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • hope [END]
  • Sehangat Maaf Mentari (Tamat)
  • Juan [REVISI]
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Rainy Day (complete)
  • Paradise
  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • Our Wedding [END]
  • Unperfect [END]
  • SECOND LOVE [COMPLETED]

"Usus buntu? Kanker? Di otaknya ada tumor? Penyakit mematikan macam apa yang bikin musuh bebuyutan gue tobat di usia semuda ini? Astaga.. astaga.. apa dia bakal mati? Dua bulan? Dua minggu? Atau umurnya tinggal dua hari lagi? Astaga.. astaga..." Perubahan Anggasta Junior jelas menimbulkan trust issue dimana-mana. Tapi Ajun gak peduli. Dia hanya ingin menjadi manusia yang lebih baik untuk si pemberi warna dalam hidupnya, untuk Hope-nya tercinta. 'Hope.. abah kangen.'

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido