SINOPSIS
Jadi, apa itu kehidupan?
Bagiku, kehidupan adalah lapangan perang, lapangan bertahan hidup. Kalau kau diam saja, missil atau peluru akan membunuhmu. Kau harus terus bergerak. Sejak kecil, aku sudah terbiasa terus bergerak, lahir menjadi anak pertama dari seorang perempuan yang terus berganti-ganti laki-laki, membuatku harus menjadi tulang punggung untuk adik-adikku. Walaupun kami hanya saudara tiri, tapi aku menyayangi mereka.
Aku berhasil menyekolahkan mereka, dan mereka membuatku bangga. Semuanya mendapatkan beasiswa baik yang di Sekolah Menengah Pertama, juga si bungsu yang masih di Sekolah Dasar. Aku tidak mengizinkan mereka membantuku bekerja karena mereka masih kecil, aku tidak menginginkan mereka menjalani keseharian seperti aku dulu. Jadi, mereka membantuku dengan nilai-nilai yang hampir membuatku menangis bahagia.
Hingga, aku mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Aku hanya harus mendapatkan nilai yang memuaskan, dan masa depan yang menjanjikan akan terbuka lebar untukku. Aku tidak perlu membagi fokus antara Sekolah dan bekerja karena beasiswa yang kudapatkan sangat lebih dari cukup untuk kehidupanku dan mengirim uang kepada adik-adikku. Masalahnya.. ada yang lebih mengacaukan fokusku.
Dia datang, tersenyum, lalu datang lagi, terus datang.. hingga kehadirannya menjadi sebuah kebiasaan. Mendadak.. seluruh lapangan perang berubah menjadi taman. Dia bagaikan malaikat yang dikirimkan Tuhan, untuk pertama kalinya di hidupku, aku merasa nyaman karena aku tau ada seseorang yang berusaha membuatku bahagia.
Tapi.. kebahagiaan itu butuh bayaran rupanya, dunia memang.. tidak pernah adil.
(BELUM REVISI)
Atherra Ophelia, gadis pendiam yang bekerja di sebuah hotel sebagai seorang room service. Hidupnya sangat sederhana, ia bangun pagi, pergi bekerja lalu pulang dan tidur. Ophelia bukan tak menikmati hidupnya, ia hanya tak terbiasa dengan orang-orang asing.
Shaun Aexio Schieneder, seorang pria yang dikhianati kekasih yang sudah ia pacari selama 5 tahun. Wanita yang ia cintai itu memilih menikah denqan pria lain, pria yang tak lain adik Aexio sendiri. Tak ada yang bisa Aexio lakukan selain menerima kenyataan.
Di malam pernikahan adiknya dan mantan kekasihnya, Aexio tak bisa membendung rasa sakit dihatinya. Malam itu ia mengalihkan rasa sakitnya pada alkohol yang akhirnya membuat ia mabuk.
Malam itu adalah malam yang mengubah kehidupan seorang gadis biasa yang hidup sebatang kara menjadi seorang istri dari pengusaha kaya raya. Malam yang membawanya pada kemewahan yang tak pernah ia dapatkan sejak ia kecil. Malam yang membawanya pada cinta, malam yang juga membawanya pada sakit yang tak bisa ia tanggung.
"Kisah kita tak seperti filosofi Lily of the valley yang aku genggam di hari pernikahan kita. Kau tidak akan pernah bisa mencintaiku karena dihatimu hanya ada dia. Ah, aku lupa satu hal tentang bunga itu, Aexi. Bunga itu beracun, aku terlalu banyak mengagumi kecantikannya, hingga akhirnya racun itu membawaku pada sakit yang tak bisa aku tanggung."
•Ophelia•