Lover
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 25, 2019
SINOPSIS Jadi, apa itu kehidupan? Bagiku, kehidupan adalah lapangan perang, lapangan bertahan hidup. Kalau kau diam saja, missil atau peluru akan membunuhmu. Kau harus terus bergerak. Sejak kecil, aku sudah terbiasa terus bergerak, lahir menjadi anak pertama dari seorang perempuan yang terus berganti-ganti laki-laki, membuatku harus menjadi tulang punggung untuk adik-adikku. Walaupun kami hanya saudara tiri, tapi aku menyayangi mereka. Aku berhasil menyekolahkan mereka, dan mereka membuatku bangga. Semuanya mendapatkan beasiswa baik yang di Sekolah Menengah Pertama, juga si bungsu yang masih di Sekolah Dasar. Aku tidak mengizinkan mereka membantuku bekerja karena mereka masih kecil, aku tidak menginginkan mereka menjalani keseharian seperti aku dulu. Jadi, mereka membantuku dengan nilai-nilai yang hampir membuatku menangis bahagia. Hingga, aku mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Aku hanya harus mendapatkan nilai yang memuaskan, dan masa depan yang menjanjikan akan terbuka lebar untukku. Aku tidak perlu membagi fokus antara Sekolah dan bekerja karena beasiswa yang kudapatkan sangat lebih dari cukup untuk kehidupanku dan mengirim uang kepada adik-adikku. Masalahnya.. ada yang lebih mengacaukan fokusku. Dia datang, tersenyum, lalu datang lagi, terus datang.. hingga kehadirannya menjadi sebuah kebiasaan. Mendadak.. seluruh lapangan perang berubah menjadi taman. Dia bagaikan malaikat yang dikirimkan Tuhan, untuk pertama kalinya di hidupku, aku merasa nyaman karena aku tau ada seseorang yang berusaha membuatku bahagia. Tapi.. kebahagiaan itu butuh bayaran rupanya, dunia memang.. tidak pernah adil. (BELUM REVISI)
All Rights Reserved
#5
kingston
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You
  • Because I'm Stupid (End)
  • ADEEVA
  • ✔ Sorry Mr Perfect (Completed)
  • M E M O R Y  (On Going)
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • No Longer Mate
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • RAVENDRA

Ada yang bilang disaat kita menunggu kita akan mendapat yang kita mau. Tapi apa itu adalah sebuah fakta atau hanya hal manis yang di ucapkan kepada anak-anak? Ada yang bilang disaat kita tersenyum maka hati kita akan tersenyum juga, tapi apa itu hanya nasihat tersirat yang di ucapkan untuk anak kecil? "INI SEMUA SALAH LO RISS! KALAU SAJA HATI LO ADA RASA EMPATI, DIA GAK AKAN PERGI!!" Terkadang kalimat yang di ucapkan oleh manusia lebih mematikan daripada tusukan pedang di jantung. Kalimat yang terus menerus menghantui hari hari ku membuat ku kehilangan diriku sendiri. Kalimat yang membuat diri ku yang dulu hangat menjadi dingin tanpa ada senyuman tulus yang terukir di wajah ku. Aku yang terkadang berharap jika diri ku yang harusnya mati lebih dulu daripada harus hidup dengan beban yang terkadang aku gak mampu menahan nya. Semenjak aku yang di tinggal pergi oleh orang tua ku. Aku yang kehilangan sahabat terbaik ku yang aku baru menyadari jika ternyata dia merupakan cinta pertama. Aku juga wanita yang kehilangan kakak yang sebenarnya masih bisa aku pertahankan. Karena kalimat tadi, aku membuang semua nya! Aku kehilangan semuanya termasuk diri ku sendiri! Aku gak tau siapa diri ku! Hingga pria itu datang. Dia menyebalkan! Aku membenci nya! Namun kenapa disaat aku menyukainya aku kembali di hadapkan rasa kehilangan yang menanti. Apa hidupku hanya selalu harus kehilangan? Jika aku boleh egois bisa kah aku bersama pria itu? Atau aku hanya akan mati tragis tanpa merasakan cinta apapun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines