CoffeeNes

CoffeeNes

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 24, 2020
Apa jadinya jika kopi tanpa gula? Pahit pastinya. Oooooopppppp!! Ini bukan kisah ataupun cara membuat kopi, APALAGI ENDORS3 KOPI!! Ini kisah si pecinta manis yang mencintai si pahit kopi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Coffee Shop Serendipity [ ON GOING ]
  • PERJODOHAN (Matchmaking) [END]
  • Kopi pahitku
  • Coffee Break Time
  • Coffeealona
  • Our Coffee (Completed)
  • Love In A Coffee Shop [Bisa Baca Di Karyakarsa]
  • In Your Silence, I Found Home
  • sex servant [END]
  • OBSESSED with your body(END)

Daffin Antasena tak pernah menyangka bahwa rehat sebulan sebelum tur albumnya justru membawanya kembali pada satu hal yang belum pernah benar-benar ia tinggalkan: masa lalu. Kembali ke kota tempat ia tumbuh dan jatuh cinta untuk pertama kalinya, Daffin menemukan sebuah kedai kopi yang cukup eksis dan menarik perhatiannya karena konsepnya terasa akrab dan nyaman untuknya yang perlu menjauhi kerumunan. Hingga ia menyadari satu hal yang membuat jantungnya tercekat. Pemilik kedai itu adalah Lea, mantan kekasihnya. Hubungannya dengan Lea berakhir baik-baik saja. Mereka sepakat untuk mengakhiri hubungan karena tak cukup kuat untuk bertahan dalam jarak, setidaknya menurut Daffin. Namun Lea yang kini berdiri di hadapannya bukanlah Lea yang ia kenal. Gadis yang dulu sensitif terhadap kafein itu kini hidup di antara pekatnya kopi dan aroma espresso. Lebih dari itu, sikapnya pun dingin seolah Daffin hanyalah pelanggan biasa. Tentu hal itu menimbulkan tanda tanya baginya. Apa yang terlewat selama Daffin mengejar mimpinya? Dan mengapa masa lalu yang dirasa selesai dengan baik justru menyisakan pertanyaan yang tak pernah ia ketahui jawabannya? Pertemuan yang tak direncanakan itu membuka kembali luka, kenangan, dan perasaan yang belum benar-benar padam. Di antara pahitnya kopi dan manisnya kenangan, Daffin dan Lea harus memutuskan, apakah cinta lama memang ditakdirkan untuk kembali, atau hanya indah sebagai kenangan? - Coffee Shop Serendipity -

More details
WpActionLinkContent Guidelines