Ich Und Du
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 23, 2019
Aku yang selalu di puja-puja oleh orang lain,yang selalu di segani,yang selalu dianggap sempurna,selalu dianggap beruntung oleh semua orang. Tapi itu semua hanya sebatas pandangan meraka,karena yang dapat mendeskripsikan diri ini hanya aku sendiri,aku yang tau siapa aku dan bagaimana diriku. Mereka hanya sebatas manaqeen yang disihir oleh mimi peri untuk menganalisa diriku ini,mereka yang hanya berperan sebagai penonton yang bertugas sebagai penikmat drama yang sudah tersaji semenarik mungkin untuk mengelabui kenyataan dunia yang kejam ini. Aku yang selalu merindukan akan kehangatan keluarga,selalu menunggu akan keajaiban itu terjadi,terpampang nyata dalam kehidupanku,terukir indah diingatanku,terpatri didalam hati sanubariku. Aku sang pelipur lara yang rindu akan kasih sayang selalu mencoba menjadi yang terbaik dari setiap bidang minat dan bakat,agar aku mendapatkan perhatian lebih dari orang disekitarku. Tak mengapa kalau aku tidak bisa mendapatkan kehangatan dari keluargaku,setidaknya sebagai makhluk sosial aku masih bisa mendapatkan kehangatan itu dari orang disekitarku mau itu sahabat,teman,guru,tetangga. Mereka selalu iri kepadaku,karena aku terlahir dari keluarga yang bergelimang harta,kalau jaman sekarang dikatakan dengan sebutan "ANAK SULTAN MAH BEBAS". Hah siapa yang bilang"NAK SULTAN MAH BEBAS" buktinya aku,HAK akupun sampai ditata seapik mungkin sesuai dengan keinginan mereka,ntahlah aku benci dengan kata "NAK SULTAN MAH BEBAS" karena pada kenyataannya aku hanya sebatas wayang yang sedang dimainkan oleh dalangnya. Ini semua berawal semenjak kejadian itu,kejadian dimana semuanya berawal menjadi hal yang tidak diinginkan,kejadian yang merubah keluarga yang HARMONIS menjadi MURKA seperti ini. Dan inilah aku,siapa aku,bagaimana aku mau tau lebih dalam tentang aku,segera baca cerita pertama aku ini ya readers!!! jangan lupa VOMENT 👌 #typo bertebar dimana-mana #kalimat baku dan non #19 November 2019 *selasa 22:18 wib
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Broken melodies
  • A Hundred Days Closer [On Going]
  • My Duchess / End
  • Eliinaa
  • INCANTO (Tamat)
  • Atas Nama Yang Maha
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Perjuangan Hidupku

Kepada siapa kami harus bercerita? Pada Bapak dan Ibu yang sibuk menata masa depan, atau pada dunia yang tak pernah benar-benar mendengar? Pada akhirnya, kami hanya punya satu sama lain, meski seringkali tak tahu cara berbagi beban. Ini tentang kami- Tentang pertemanan yang tak selalu sempurna, tentang kata-kata yang tak selalu terucap, tentang luka yang ditutupi tawa, dan tentang bahu yang tetap ada saat semuanya terasa berat. Kami berjalan, meski arah sering kabur. Kami tertawa, meski ada yang ingin ditangisi. Kami bertahan, bukan karena kuat, tapi karena kami tak ingin menyerah sendirian. Hello, everyone! Ini aku buat sebagai bentuk perpisahan... maybe? Gak tahu juga, yang jelas aku cuma ingin menulis sesuatu yang bisa jadi kenangan tentang masa SMA. Diharapkan keaktifan pembaca untuk vote dan komentar, ya! Biar cerita ini makin hidup, aku butuh pendapat kalian semua. Ini murni dari pikiranku sendiri, no plagiarisme! Jadi, setiap kata yang kalian baca adalah hasil dari ingatan, pengalaman, dan imajinasi yang aku tuangkan. Bantu target 20K, dong! Let's make this story worth remembering. ✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines