Aku yang selalu di puja-puja oleh orang lain,yang selalu di segani,yang selalu dianggap sempurna,selalu dianggap beruntung oleh semua orang.
Tapi itu semua hanya sebatas pandangan meraka,karena yang dapat mendeskripsikan diri ini hanya aku sendiri,aku yang tau siapa aku dan bagaimana diriku.
Mereka hanya sebatas manaqeen yang disihir oleh mimi peri untuk menganalisa diriku ini,mereka yang hanya berperan sebagai penonton yang bertugas sebagai penikmat drama yang sudah tersaji semenarik mungkin untuk mengelabui kenyataan dunia yang kejam ini.
Aku yang selalu merindukan akan kehangatan keluarga,selalu menunggu akan keajaiban itu terjadi,terpampang nyata dalam kehidupanku,terukir indah diingatanku,terpatri didalam hati sanubariku.
Aku sang pelipur lara yang rindu akan kasih sayang selalu mencoba menjadi yang terbaik dari setiap bidang minat dan bakat,agar aku mendapatkan perhatian lebih dari orang disekitarku.
Tak mengapa kalau aku tidak bisa mendapatkan kehangatan dari keluargaku,setidaknya sebagai makhluk sosial aku masih bisa mendapatkan kehangatan itu dari orang disekitarku mau itu sahabat,teman,guru,tetangga.
Mereka selalu iri kepadaku,karena aku terlahir dari keluarga yang bergelimang harta,kalau jaman sekarang dikatakan dengan sebutan "ANAK SULTAN MAH BEBAS".
Hah siapa yang bilang"NAK SULTAN MAH BEBAS" buktinya aku,HAK akupun sampai ditata seapik mungkin sesuai dengan keinginan mereka,ntahlah aku benci dengan kata "NAK SULTAN MAH BEBAS" karena pada kenyataannya aku hanya sebatas wayang yang sedang dimainkan oleh dalangnya.
Ini semua berawal semenjak kejadian itu,kejadian dimana semuanya berawal menjadi hal yang tidak diinginkan,kejadian yang merubah keluarga yang HARMONIS menjadi MURKA seperti ini.
Dan inilah aku,siapa aku,bagaimana aku mau tau lebih dalam tentang aku,segera baca cerita pertama aku ini ya readers!!!
jangan lupa VOMENT 👌
#typo bertebar dimana-mana
#kalimat baku dan non
#19 November 2019 *selasa 22:18 wib
Aku hampir saja membuat kesalahan besar. Sangat BESAR. Tuliskan dengan huruf kapital tercetak tebal. Besar! Jenis kesalahan yang bukan hanya mengancam keselamatanku, melainkan menyeret keluargaku kepada kehancuran. Pokoknya masalah deh.
Untung bencana bisa kucegah. Andai segala ingatan "pengalaman pahit" kaum kelas bawah tidak menghantam kepalaku di waktu yang tepat, mungkin sekarang aku akan jadi manusia ngenes.
Sebelum aku sempat mengikuti kemauan segerombolan cewek "iri dengki paket lengkap" yang menyuruhku mengganggu Riana Forster, putri kesayangan keluarga Forster, karena dia menjadi kekasih keluarga Gauthier ... fiuh untunglah. Untunglah! Untung saja aku sadar!
Aku pun mengikuti saran para tokoh penerima isekai (berdasar pengalaman baca sih) dan memilih jalan lurus; tidak menikung, menukik, apalagi jungkir balik. Apa enaknya menginginkan cowok orang lain? Lebih baik kunikmati privilese yang kudapatkan di kehidupan kedua. Jaya! Jaya! Jayaaaaa!
Akan tetapi, perkiraanku salah! Iya sih, aku tidak menjadi musuh orang penting. But, why? Why oh why sepertinya aku menjadi target orang yang seharusnya tidak aku usik? Tolong beri tahu aku letak kesalahan rencana hidup aman dan nyaman milikku sekarang juga!
Astaga sumpah mati aku nggak ada rencana jadi orang jahat. Sebaiknya utamakan diskusi demi mencari mufakat. Oke? Oh apa? Calon suami? Mama, tolooooong! Kenapa ada cowok mengaku calon suamiku?