Story cover for Semu by kaniakhotimah
Semu
  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Nov 23, 2019
"Mia.."

Dahi Mia mengerut heran, wajah Lena berubah seperti kejadian di perpustakaan.

"Aku minta kamu untuk jangan pulang sampai malam nanti," ucap Lena, tangannya menggenggam tangan Mia erat, perasaan tak enak mulai muncul di benak Mia.

"Ke-kenapa?" tanya Mia.

"Akan ada hal buruk terjadi sama kamu." Ucapan Lena membuat Mia mematung.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Semu to your library and receive updates
or
#557topeng
Content Guidelines
You may also like
"Bisikan Senior di Lorong Sunyi" by apriani200
22 parts Ongoing
Namaku Amira, tapi aku lebih suka dipanggil Mira. Aku baru saja menginjakkan kaki sebagai mahasiswa baru di sebuah fakultas yang terkenal-atau lebih tepatnya, ditakuti-karena senioritasnya yang begitu kuat dan tak kenal ampun. Aku pikir setelah melewati masa PKKMB yang melelahkan itu, hidupku akan mulai berjalan normal, seperti yang kudengar dari cerita teman-teman. Tapi aku salah. Sangat salah. Keesokan harinya, saat pelajaran baru saja selesai, kami dipanggil oleh para senior. Pertemuan pertama berlangsung di dekat kolam perpustakaan yang rindang, tempat yang seharusnya menenangkan, tapi malah membuat dada ini berdebar tak karuan. Suasana terasa tenang, tapi mataku menangkap ada sesuatu yang tak biasa-sebuah bayang gelap yang mengintip di balik senyum mereka. Hari-hari berlalu, dan tempat pertemuan kami bergeser ke lorong yang sunyi dan gelap. Lorong itu seperti ruang antara dunia nyata dan mimpi buruk. Bau lembap yang tajam menusuk hidung, nyamuk beterbangan seperti bayangan yang tak pernah lelah mengawasi, dan lampu remang yang membuat setiap bayangan jadi dua kali lebih menyeramkan. Setiap kali kami dikumpulkan di situ, aku merasa seolah-olah ada mata yang mengintai dari kegelapan, membidik dan menilai. Bisikan-bisikan samar para senior, tatapan dingin yang menusuk tulang, membuatku bertanya dalam hati: apakah ini benar-benar untuk melatih mental, atau sesuatu yang jauh lebih gelap? Aku, yang tubuhnya lemah dan sering sakit, merasa terjebak di tengah tekanan yang menyesakkan. Di antara teman-temanku-Ani yang pendiam tapi kuat, Aini yang selalu cemas, Olifia yang berusaha tegar, dan Ratih yang tak pernah berhenti berharap-kami saling menggenggam tangan dan hati, mencoba menguatkan satu sama lain. "Tapi aku tahu, bisakah kami bertahan?" Bisakah kami tetap berdiri tegak saat bayang-bayang senior terus membayangi dan bisikan itu berubah menjadi ancaman? Atau akan kah kisah kami berakhir di lorong sunyi itu, di mana keberanian diuji dan ketakutan menjadi penguasa?
You may also like
Slide 1 of 10
Destined for me 2 cover
Clara Calista cover
Cermin di Ujung Jalan cover
ALGENTA cover
ZIVANA(ON GOING)√ cover
Transmigrasi Zevarellzy  cover
Eight Prince GoodLooking (End)  cover
Auri, Cigarettes and Life cover
"Bisikan Senior di Lorong Sunyi" cover
DON'T FORGET ME || SELESAI cover

Destined for me 2

10 parts Ongoing

MASIH DALAM TAHAP REVISI [- takdir yang telah mengutuk ku dan kehidupan ku, aku tak dapat berbuat banyak untuk mengubah nya,ku ikuti alurnya-] 🍁′tak ingin lagi aku terjarat cerita yang namanya cinta'🍁 Alkisah sepasang rasa yang mengubah takdir dunia, mereka adalah pasangan yang telah di utus oleh langit dan di pisahkan oleh bumi, Akankah ada keajaiban untuk mereka mengubah garis takdir yang telah di tentukan, nantikan kelanjutan cerita tersa dan frejzi di DESTINED FOR ME --- Tersa : "kenapa semua ini terjadi sama aku ya tuhan!!!!" Tangisan perempuan itu terdengar menggelar di dekat bukit pinari Air matanya pun tak henti menetes kala itu "Percuma lu protes sama tuhan, dia ga bakal bisa ubah semua ini jadi sediakala" Terdengar suara pria dari arah belakang tersa, pria kekar berjas hitam, ia mendekat ke arah tersa, wanita itu mebalikan badan dan menatap manik pria di hadapan nya _jean (benaknya) Melihat wajah tampan saudara kekasihnya itu mengingat kan ia terhadap pujaan hati, tangisan gadis itu pun kembali pecah Jean yang tak tega melihat kondisi tersa dgn sigap memeluknya, Ia telah berjanji kepada saudaranya untuk menjaga tersa meski mempertaruhkan nyawa sendiri _meski nyawanya sendiri_