The Mutter

The Mutter

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 23, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Ketika kau beranggapan orang yang kau percaya bisa melindungimu tapi nyatanya dia juga ingin menyakitimu. "Kumohon jangan sakiti aku, lebih baik kau bunuh aku dengan pisau belatimu" - Rebbeca Zhafira W. "Gue sayang sama lo. Kali ini aja percaya sama gue" - Reagaf Ivander W. "Dia hanya gadis bodoh yang mempercayaiku" - Arion Faresta W. -the mutter-
All Rights Reserved
#591
perkelahian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hate Me Past, Not Now
  • RAESHA (Revisi)
  • [EXO ff] Dady Saranghae
  • Cinta Yang Salah (CYS) [Completed]
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )
  • natio avrenza family
  • zeandra dan Marsha...
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

Kegilaan ini terjadi begitu saja, saat keluarganya memaksa Lara pulang untuk mengeklaim warisan yang di tinggalkan oleh orang tuanya karena meninggal akibat kecelakaan. Itu semua di luar prediksi, teman Lara pun kaget Karena wanita itu malah berpesta liar di bar bahkan sebelum seminggu kematian orang tuanya. "Lo bener-bener gila!" Lara, "I'am." "Lo kesini cuman ngambil warisan, dan lo gak keliatan berduka. Gak usah jauh-jauh berduka, lo bahkan gak repot ngedrama sedih di pemakaman. Lo--ah! Ini bikin branding lo jelek dimata semua orang," "Gue bukan owner skincare!" "Out of the topic, bitch!" "I don't fucking care, pusing amat mikir reputasi. Gimanapun gue, gak ngaruh juga, they still hate me. Jadi percuma pencitraan, yang ada rugi tenaga gue!" "Durhaka banget jadi anak, gitu juga orang tua lo!" Lara tidak peduli, kembali meminum sloki di tangannya, "Anak mereka 'Dia' doang, sejak kapan gue jadi anak. Jadi, stop gue gak mau bahas apapun lagi, it's time to party!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines