We Go Nanana

We Go Nanana

  • WpView
    LECTURAS 92,155
  • WpVote
    Votos 8,576
  • WpPart
    Partes 23
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jul 7, 2020
Kisah seorang Na Jaemin yang polos beranjak dewasa Ditemani oleh ketiga sahabatnya yang kelewat sabar menghadapi tingkah laku Jaemin yang abstrak *** Apakah cinta, umur dan lingkungan dapat mempengaruhi pikiran? Hmm masih diragukan untuk cukup dapat berpengaruh pada seorang Na Jaemin ***** "Na umurmu berapa sih? " "Gak tau" "Lah kok? " "Soalnya kata orang 'umur, jodoh, mati itu gakada yang tau', Nana kan juga orang makanya gak tau" "Bener sih jawabannya. Tapi bukan itu yang gue tanyaaa" "Nanti Nana tanyain ke Mama nya Nana deh" "Udah deh gakusah, Mama nya Nana pasti juga gak tau_____-" "Mama nya Nana tau, dia kan bukan orang" "Na jan bilang Mama lu udah mati eh meninggal" "Ihhh kok gitu, Mama nya Nana masih hidup tauu" "Lah terus? " "Mama nya Nana kan bidadari tak bersayap, jadi pasti tau. Pasti Mama nya Nana tau umur, jodoh sama kapan Nana tak hidup lagi" Dengan bahagianya Jaemin tersenyum polos
Todos los derechos reservados
#660
leehaechan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • It's Always Been You✔️
  • Sastra February ( END )
  • ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} ✓
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • My STEPBROTHER X Na Jaemin
  • Love Affair : My Destiny
  • GEVRONZ
  • Empty | 00L NCT Dream
  • Melody In Ramadan (TERBIT) ✓

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido