LABYRINTH

LABYRINTH

  • WpView
    Reads 666
  • WpVote
    Votes 145
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 12, 2020
Tidak semua kehidupan dapat berjalan semulus, seperti yang diinginkan. Ada kalanya hidup kita mendapat ujian dan ada kalanya juga kebahagiaan akan datang. Mungkin? Tapi entah kapan. Terkadang kita bisa kuat seperti batu, dan terlihat sangat bahagia, walau dibalik itu semua masih tersimpan kerapuhan yang berakibat layaknya seperti serpihan kaca. Hidup ini terlalu rumit, layaknya seperti labirin. 'Where I have to move to find a way out of my every struggle' Apakah takdir yang datang kepada seorang gadis itu tidak adil? Sehingga bukan hanya keluarganya saja, tetapi juga tentang percintaan yang membuat. dunianya menjadi semu. Menganggap semua sama. Mati rasa. **** Ada sedikit perubahan alur. Jika mengalami perbedaan dalam beberapa part, mungkin sudah di revisi.
All Rights Reserved
#87
strong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • After Rain (Selesai)
  • Strong Girl
  • Mental Disease
  • Perfect Queen
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • REIHANA [Completed]
  • I Give Up
  • RAPUH!

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines