Jarak
  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 22, 2020
Tentang mereka yang saling mendoakan tapi tak bisa dipersatukan. Mereka yang hanya ditakdirkan untuk bertemu bukan untuk bersatu. Ketika rasa kalah akan kepercayaan, ketika itu juga kebahagiaan kenyamanan dan harapan hanyalan sebuah angan dan pada akhirnya segalannya hanya menjadi kenangan
All Rights Reserved
#774
nonfiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Not Your Fault [SELESAI]
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Yang Tak Terucap...
  • What Are You Doing?
  • Manusia Berisik✅
  • LUMEN: Awal Perjalanan Takdir
  • Quant (On Going)

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines