Rosie
  • WpView
    Reads 2,388
  • WpVote
    Votes 132
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 21, 2019
Raka dengan gadis impiannya, Rosie dengan masa lalunya. Raka dan Rosie adalah sepasang salah yang bertanya, mengharapkan sesuatu terhadap apa yang kini sedang mereka rasa. Dari segala peristiwa keduanya, dari hari-hari yang selalu bersama, dari puisi-puisi kesukaan nya. Semua di rangkai satu persatu sebagai alasan, lalu cinta hadir sebagai kesimpulan. Tiada yang namanya kebetulan. Seperti pertemuan ini. Dari segala tujuan-tujuan yang diharapkan, selalu berakhir dengan memaafkan lalu dilupakan. Tetapi pertemuan ini menjadi akhir dari sebuah perjalanan, menuju kepada pelukan. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK ( KOMEN + VOTE)
All Rights Reserved
#38
perspektif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • Almost Us
  • EDAMAME [TAMAT]
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • The Last Birthday With You
  • Makna Temu
  • Setulus Kasihmu (End)
  • ARUMILA
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines