Hellevator|Hwang Yeji <2>

Hellevator|Hwang Yeji <2>

  • WpView
    LECTURAS 1,366
  • WpVote
    Votos 173
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jul 19, 2020
Note= ini kelanjutan cerita dari lapak sebelah (hellevator| Hwang Yeji) karena ada suatu hal jadi dipindah Hwang Yeji anak famous yang terkenal karena kenakalan dan tatapan tajamnya, sehingga membuat banyak orang lain takut padanya, tapi siapa sangka dari balik sikap nya itu dia sering mendapatkan kekerasan dari kakak kandungnya.... "Anjing! Ini teror!" "Shit!" "Gak mungkin orang yang udah mati hidup lagi!!" "KITA HARUS PERGI KALO GAK MAU MATI!!" "Pembunuh bayaran!" ~~~~~~~~ Sider jauh jauh Alur murni dari otak author:)
Todos los derechos reservados
#522
redvelvet
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Complete (END)
  • SC-1| Complicated
  • RIVAL
  • "He's mine"
  • [√] Broken || Hwang Hyunjin
  • CRAZINESS [Hwang Hyunjin]
  • 𝘽ecaꪊse 𝙔ou 𝙒ouꪶd 𝘽e 𝙈ine! - S1&S2, [hyunjeong].
  • (End) Athanasia Wagner 2 : Seven Lights
  • Traitor ♤ [ Hyunjin x Yeji ]
  • L O O K S I M 독자 - [ REVISI ]

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido