Desember

Desember

  • WpView
    Reads 264
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 16, 2025
[SLOW UPDATE] [NON BAKU] **** "Jadi ini yang aku terima setelah berjuang selama tiga tahun suka sama kamu. Aku kira kamu terima aku karena kamu suka sama aku tapi ternyata..." Dila merasa dihianati perjuangannya sia-sia. Dila sangat hancur kali ini. Orang yang ia percaya ternyata serigala berbulu domba. "Sekarang lo tau kan." Cowok itu mersenyum miring. Lalu pergi meninggalkan Dila sendirian digelapnya malam. "Rafi lo adalah orang yang paling jahat yang pernah gua kenal." Dila berjanji dalam hatinya bahwa dia akan membalas semua yang Rafi dan keluarganya lakukan. Baca cerita selengkapnya...
All Rights Reserved
#459
benci
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • Arsyilazka
  • KIARA [END]
  • ARGA [Completed]
  • Biarkan Aku Mencintainya ✔
  • Laf
  • VIA-AMARA
  • Because I'm Stupid (End)
  • LIEUTENANT RIYYADH ISKANDAR (End)

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines