Antara Bait dan Nada (Slow Update)

Antara Bait dan Nada (Slow Update)

  • WpView
    مقروء 72
  • WpVote
    صوت 5
  • WpPart
    فصول 2
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: أحد, مارس ٨, ٢٠٢٠
WpInfo
روائيّة
عاطفيّة
Disebuah altar dengan kursi panjang berderet dihadapan patung yesus dipimpin oleh seorang pendeta dan biarawati.Seorang pria berdiri dengan khidmat mengikuti nyanyian rohani yang dipimpin oleh seorang biarawati cantik ditambah aksen kalung bersalib yang menunjukkan bahwa Ia seorang rohanian kristiani. Seorang pria berdiri dibarisan paling depan dengan kemeja putih berbalut celana jeans berwarna cream dan sepatu couvanse yang menunjang penampilan seorang pria tampan seperti Levans. Sebuah Alkitab Injil bersampul hitam ditangan kanannya menjadi pelengkap ibadahnya pada hari ini. Ia beribadah dengan sangat khidmat dengan nyanyian rohani mengalun merdu dari bibir seorang biarawati cantik yang membuat setiap umat kristiani larut dalam jiwa rohaninya. Setelah melakukan kewajibannya sebagai umat kristiani, laki-laki itu keluar dari rumah ibadahnya. Ia berjalan menuju gapura depan Gereja tersebut. "Hai...",sapa seorang perempuan dari belakang. "Hai...", laki-laki itu membalikkan badannya."Kau rupanya", sambungnya. Mereka berjalan beriringan keluar dari Gereja tersebutw. "Siapa namamu?", tanya laki-laki itu. "Nathalie", jawabnya. "Kau bisa memanggilku Natha", sambungnya. "Bagaimana dengan Liee, itu kedengarannya lebih menarik",kata laki-laki itu. "Terserah Kau saja",
جميع الحقوق محفوظة
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • ELSA & GINTARA [END]
  • CINTA BEDA AGAMA
  • Rakeyan (On Going)
  • satu Hati Beda Agama
  • Langit kita tak sama
  • Jove, You're My Life but We Can't Live
  • Be Mine [Terbit]

Beberapa tamu yang baru saja hadir berhasil membuat suasana di dalam Gereja semakin ramai. Situasi yang tentunya langsung membuat keringat Gintara bercucuran meski rasanya tidak gerah sama sekali. Ada gugup sekaligus haru yang baru pertama kali ia rasakan dalam hidupnya. Sambil melihat dirinya sendiri di pantulan kaca, ia kerap merapalkan doa semoga ini jadi yang pertama dan terakhir dalam hidupnya. Sebab ia percaya, apa yang sudah persatukan oleh Tuhan, tidak bisa dipisahkan manusia. Sementara itu, selang beberapa jam setelahnya, Elsa yang baru saja menyelesaikan riasan pengantinnya mulai sibuk mencari tisu. Air mata yang sejak tadi ia tahan kini sudah tak terbendung lagi. Perasaan aneh yang menjelma jadi seulas senyum tipis terpoles di bibirnya kala melihat seorang penghulu yang sudah hadir. Tepat beberapa detik setelahnya, bayangan wajah laki-laki yang bertahun-tahun lamanya hidup dalam ceritanya semakin tergambar jelas. "Yuk, akadnya udah mau mulai," tegur Riska yang selalu jadi saksi bagaimana hati Elsa dibolak-balikkan oleh satu laki-laki yang sama. Sampai tangannya menangkap tangan Riska yang sudah tersenyum haru di sampingnya, Elsa tersadar bahwa sebentar lagi hidupnya akan benar-benar berubah. Tidak ada waktu lagi untuk memikirkan apa yang akan terjadi dalam hidupnya setelah ini. Elsa hanya ingin bahagianya nyata. Mungkin saja ini waktunya. Semoga.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى