Delusi Abstraksi (SUDAH TERBIT)

Delusi Abstraksi (SUDAH TERBIT)

  • WpView
    LETTURE 6,451
  • WpVote
    Voti 695
  • WpPart
    Parti 33
WpMetadataReadCompleta gio, apr 22, 2021
[COMPLETE] ✔ (PEMESANAN BUKU MELALUI LINK YANG BISA DILIHAT DI BANNER) Ini hanya tentang isi hatiku, kisahku, dan mungkin untuk orang-orang yang tersesat, tak menemukan jalan pulang di kehidupannya. Jika kamu ingin bacaan novel atau cerita romantis, ini bukan tempatnya. Namun, jika kamu ingin tempat penyalur rasa-rasa sepat dan bentuk penyemangat, ini tempatnya. Di sini, kumpulan keambiguan menjadi satu, mengungkap gilanya rotasi kehidupan. Dikhususkan untuk jiwa-jiwa yang terkurung dalam sangkar. Setiap kata akan membuatmu membuka dan berpikir lebih dalam tentang problematika kehidupan. Dari aku untuk kamu. Selamat datang di duniaku dan di dunia khusus untuk kamu. #Rank1_Sementara #Rank1_Improvement #Rank1_Rotasi #Rank6_Pikiran #Rank7_Self #Rank44_Terluka
Tutti i diritti riservati
#225
bangkit
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Breathe
  • Aku (hampir) Menyerah ✔️ | END
  • Letters for Self
  • Rumah Orang Mati
  • [✓] 7 WISHES
  • Meneroka Jiwa
  • Hopeless
  • When I See Them, I'll Scream [end]
  • HERIDA
  • You Are My Medicine [END]
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti