Siluet"Mimpi Dan Kenyataan"

Siluet"Mimpi Dan Kenyataan"

  • WpView
    LECTURAS 275
  • WpVote
    Votos 61
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, feb 1, 2020
Namanya Iris, 17 tahun, kelas Xll. Dia mengidap kelenjar getah bening sejak kelas IX SMP, dokter memprediksi bahwa itu adalah kelenjar jinak. Namun apa? Prediksi dokter salah, kelenjar yang ada di tubuh iris ternyata kelenjar ganas. Karena sudah 2 tahun di biarkan, kini kelenjar itu menjalar menjadi kangker. Iris sangat depresi, hampir satu sekolah mengetahui berita itu. Akibat kabar itu, Iris sekarang sulit dalam bergaul, semua menjauhi nya, karena terlalu gengsi berteman dengan anak penyakitan yang umurnya bisa dihitung oleh hitungan jari. Ayahnya memindahkan iris ke sekolah baru, karena takut anaknya akan depresi. Iris menutupi kepala botaknya dengan wig dan sebuah kupluk pink polos, dia khawatir akan mengalami hal yang sama di sekolah nya dulu. Namun, sekolah barunya sangat menarik. Bukan karena bangunan berarsitektur unik, tapi karena murid bernama angkasa rela berteman denganya meski saat itu iris tak sengaja membuka wignya di depan angkasa, bukanya menjauh dan merasa takut pada iri tapi angkasa malah memintanya menjadi sahabatnya. Di situlah iris bertemu teman baru lainya. Kini kanvas kosong telah di gores oleh berjuta warna. Angkasa memberi mimpi, harapan akan kesembuhan dan kemurahan Tuhan. Tanpa aku sadari, aku menaruh hati pada pemuda bertubuh tinggi kokoh dengan kulit putih dan rambut hitam. Tertata abstrak itu. Namun, mau kah angkasa menerima ku? Dengan keadaan seperti ini? "Batasan bukanlah alasan untuk berhenti!"
Todos los derechos reservados
#469
lovely
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Vericha Aflyn ✔️
  • TERIMAKASIH SUDAH BERTAHAN - TAMAT
  • Senja dan Jingga
  • Hiraeth to Everlasting Sun
  • 74/366
  • Let Me Love You Longer
  • Rieril
  • Qalbu {Terbit}
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • ALSTARAN [END]

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido