Cukup Aku dan Tuhanku

Cukup Aku dan Tuhanku

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 25, 2019
Mana jancukmu yang mengundang kemesraan....? Sapaan tanpa ada kata dusta, Mengikat tali persaudaraan antara kita.... . Mana Takbirmu yang mengundang kerusuhan...? Seruan yang memporakporandakan, Bahkan keutuhan negara terceraiberaikan.... . Mana dosa dari tingkahmu...? Yang membuat sadar dan kembali, Pada sang pencipta hati.... . Mana amal baikmu....? Yang menjadikan sombong merasa  paling baik, Sampai lupa dengan sang khaliq... . Mana mata hatimu...? Bukalah ! Buruk ataupun baik tidaklah ada yang permanen.... Kau ataupun saya adalah makhluk,  Sungguh tak layak bersifat tuhan ! Cukup ! Cukup aku dan tuhanku !
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rintik Terakhir
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Perjalanan Cintaku...
  • Dibalik Topeng Kebahagiaan
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • Cinta Dua Arah ( On Going )✨
  • senja di matamu
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • You are in my past and my future [END]

Pernahkah kalian mencintai seseorang begitu hebatnya? Disaat kamu baru saja membayangkan dia tidak lagi disisimu, nafasmu terasa berat dan begitu menyesakkan. Bahkan itu terjadi hanya karena kamu sekedar membayangkan hidupmu tanpa dia disisimu. Kamu mencintai dia begitu gilanya, berusaha membahagiakan dan mempertahankan dia disisimu. Tapi ada satu hal yang kamu lewatkan, tidak semua selalu berada dibawah kendalimu. Begitupun dia. Entah sekarang, esok atau selamanya. Kamu tidak akan pernah bisa memastikan dia tetap berada disisimu sekeras apapun usahamu mempertahankannya. Karena sejatinya dialam semesta raya ini, kamu bukanlah pemegang kekuasaan penuh atas kehidupan orang lain. Biarkanlah tangan takdir bekerja semestinya. Tugasmu, bahagiakan dia dengan sekuat semampumu. Sisanya biarkan takdir membawa kisah itu berjalan sesuai alur yang sudah Tuhan gariskan. Entah garis itu saling berdampingan, bersinggungan atau bahkan saling memutus lajurnya. Pastikan kamu menerima segalanya dengan penuh kerelaan. Ingatlah, Jika kalian ditakdirkan tidak untuk bersama, setidaknya semesta pernah menjadi saksi atas perjuangan kalian dalam mempertahankan untuk terus bersama sekuat semampu yang kalian bisa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines