#Stars - 5 December 2019
"Azka!" seorang gadis mencekal pergelangan tangan Azka.
"Azka! Aku bisa jelasin!" ujar gadis itu parau, matanya berkaca-kaca.
Azka menghempaskan tangan gadis itu dengan kasar. "NGGAK ADA YANG PERLU LO JELASIN! SEMUA UDAH JELAS!" Azka memandang gadis itu dingin.
"Maafin aku Az! Plissss percaya sama aku! Aku ngelakuin itu, ada alasannya Az! Plissss, kasih aku kesempatan buat jelasin ke kamu!"
"Lo udah ngehancurin kepercayaan gue! Ibaratkan kaca yang sudah pecah tak berbentuk! Seperti itulah kepercayaan yang gue kasih ke lo, dan dengan mudahnya, lo ngehancurin kepercayaan itu." balas Azka dengan dingin, gadis itu diam tak berkutik.
"Oiya! Apapun alasannya lo ngelakuin hal itu, gue sama sekali nggak peduli!" Azka menatap dingin gadis di depannya yang sudah di banjiri air mata penyesalan.
Azka meninggalkan gadis itu di parkiran, namun baru beberapa langkah, Azka memberhentikan langkahnya. "Satu hal lagi! Mulai detik ini, kita udah nggak punya hubungan apa-apa lagi! Hubungan kita selesai sampai disini!" Setelah mengucapkan hal itu, Azka melenggang pergi dari parkiran itu. Menyisakan, gadis yang kini terduduk lemas, dengan air mata yang membanjiri pipinya.
"Ma...maafin aku Az! A...aku sa...sayang ka...kamu Az! A...aku nggak ma...mau hubungan ki...kita berakhir! Aku ng...nggak mau Az! Aku ci...cinta kamu! A...aku tahu kau..kamu udah ji...jijik sama a...aku! A...aku udah te...te...ternodai! Ta...tapi, Aku bi...bisa apa Az? A...aku pu...punya alasannya Az! Andaikan ka...kamu mau de...dengerin pe... penjelasan aku, mu...mungkin hu... hubungan antara kita nggak a...akan be...be...berakhir! Hiks!" ujar gadis itu pelan. Gadis itu menangis tersedu-sedu menyesali perbuatannya. Penyesalan memang selalu berada di akhir!
Siapakah gadis itu?
Apa yang terjadi dengan Azka?
Apakah hubungan Azka dengan gadis itu?
Baca aja yah!💞
PERHATIAN! CERITA INI BANYAK MENGANDUNG BAHASA YANG KASAR! HARAP BIJAK DALAM MEMBACA!
PLAGIAT DILARANG MENDEKA
PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!!!
AWAS... PENULIS GALAK :v
SILAKAN DIBACA CERITANYA, BUKAN DICOPY! BELUM DIREVISI, HARAP MAKLUM KALAU ADA TYPO BERTEBARAN. Terima Kasih.
Pradana Aksa cowok dingin yang hidupnya terkesan biasa saja. Dia tipikel cowok yang irit ngomong tapi sekalinya ngomong langsung bikin orang sakit hati karena dia tidak suka basa-basi. Menurutnya jika berbicara tidak terlalu penting hanya membuang waktu saja. Cowok seperti Aksa ini perkataannya tidak suka dibantah, oleh karena itu dia tidak pernah main-main dengan apa yang ia ucapkan.
Tapi hanya seseorang yang berani membantah segala perkatan maupun perintah darinya, ia adalah Sheva Aradina. Cewek yang paling suka membuat masalah dengan Aksa. Sifat cuek dan tak banyak bicara Aksa tidak berlaku ketika ia berhadapan dengan Adik kelasnya ini. Sheva selalu saja punya seribu alasan untuk membalas ucapan Aksa. Karena ia mempunyai prinsip jika tidak ada salah kenapa harus takut?
"Hei, apa kamu tidak bisa sopan ketika sedang berbicara dengan Kakak kelasmu! Kalau kamu masih tidak bisa sopan dengan Senior disini, Saya jamin kamu akan mendapat hukuman dari Saya!"
-Pradana Aksa-
"Jangan mentang-mentang Kakak itu Senior disini jadi bisa seenaknya sendiri! Kalau pun aku salah, dengan senang hati aku akan terima hukuman apapun dari Kakak kelas terhormat yang seperti Anda!"
-Sheva Aradina-
Pertemuan diantara mereka yang tidak sengaja lambat laun pun harus melibatkan perasaan mereka berdua.
Apa mereka akan bersatu dalam sebuah ikatan sebagai sepasang kekasih?
Apakah cinta akan membuat mereka sadar akan perasaannya?
Awalnya memang bermula dari kata benci tapi berubah menjadi rasa sayang dan ingin memiliki.
Inilah sebuah rasa dari Aksa untuk Sheva yang kini telah mengubah hari-harinya menjadi penuh warna.
Kamu adalah milikku dan akan selamanya menjadi miliku.
Start: 26 Oktober 2018
End: 27 Oktober 2019
Salam dari Novaastri_19
Cover by: @Mita_rusdiana13