Segenggam Rindu

Segenggam Rindu

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 25, 2019
"Mengapa kita harus dipertemukan jika dipisahkan dengan cara seperti ini?" "karna ini takdir" "kenapa Dimas? kenapa? kenapa takdir bisa sejahat ini?" "takdir tidak jahat, takdir juga tidak pernah salah. kita saja yang terlalu saling mencintai dan ingin saling memiliki tapi kita lupa dengan takdir" "Dimas, haruskah kita berpisah dengan cara seperti ini?" "Jika aku bisa mengubah takdir, akan ku buat kamu membenciku lalu aku pergi" "Kenapa harus benci? "karna aku benci air matamu, apalagi itu karna aku. aku pamit Bella" "Tunggu Dimas, kamu lupa akan satu hal. dulu kamu bilang kita itu akan ada di jalan yang sama, kamu ingatkan?" "iya aku ingat. kita memang akan berada di jalan yang sama tapi di arah yang berbeda. aku pamit" "Dimas" Cerita ini menceritakan kisah Dimas Adijaya dan Bella Soffia. Selamat Membaca...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASING KARNA TAK LAGI BERSAMA
  • Warna Yang Hilang
  • I Became the girlfriend of an Antagonist [END]
  • Haruskah Aku Bertahan?
  • Cute Boys.[Bl]
  • Avisha or Avalle : An Extra
  • Tak Sejalan

Aku takkan menyalahkan takdir bila memang harus berpisah, Aku hanya membenci hari hari setelahnya. Berharap menemukan senyuman itu di ladang yang tandus, kering dan sunyi. Seperti itulah gambaran perasaan seorang ayah, Disaat hakim memutuskan untuk mensetujui perceraian. KARMA! Jika memang karma,aku baru saja memulai kisah. Bukankah tuhan membenci sebuah perceraian? Lalu apa ini sebuah takdir untukku? Optimisku masih positif, mungkin ini jalan yang terbaik untuk kata berpisah. Rasa optimisku menuntunku untuk bertemu pilihan tuhan, dengan hadirnya dia yang mampu mengubur masalaluku tapi tidak untuk menemani hari tuaku. Benci tanpa kata iklas, sudah merasuk dalam hati. Mengambil alih susunan memori kenangan agar tak terlintas dalam benak. ~Seseorang tidak Terlahir untuk Jadi Pemimpin Namun Keadaan yang Memilihnya~ ~Ketika Cinta Menjadi Nyata,Dia akan Menemukan Jalannya Sendiri~

More details
WpActionLinkContent Guidelines