Teduh.
  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 26, 2020
Bagaimana mungkin seseorang bisa dengan mudah menyakiti? Atau, Bagaimana mungkin seseorang bisa dengan mudah memaafkan? "Teduh, aku minta maaf." ia menggenggam tanganku Aku berusaha menahan air mataku, ingin sekali rasanya aku pergi dari situasi ini. Aku takut. Takut saat ternyata aku jatuh lagi, takut untuk tersakiti lagi. Dia masih menggenggam tanganku, "Teduh, tolong maafin aku. Aku bener-bener nyesel. Ak-" "Cukup. Kemana aja kamu? Kamu ngomong nyesel sekarang, setelah 7 tahun kamu ngilang?" "Aku bisa jelasin semuanya, aku-" See? Dia bahkan tidak bisa melanjutkan perkataannya. Jadi untuk apa? Aku melepaskan genggaman tangannya, "Aku rasa nggak ada yang perlu aku maafin dari kamu, kamu nggak salah. Yang salah itu aku, aku yang banyak menaruh harapan sama kamu. Makanya aku sakit, makanya aku kayak orang bodoh. Nungguin orang, tapi orangnya nggak dateng-dateng. Haha"
All Rights Reserved
#449
cute
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa Tanpa Kata
  • ARUMILA
  • Memories in Moon
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Always Stay In You
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • ASTER
  • Ketua Osis Ku Yang Ganteng
  • Bangles Rater
  • SALAH RASA (TAMAT)

Pernahkah kamu merasakan sesuatu sampai tidak bisa berkata-kata? Sedih, senang, pilu, kecewa, ataupun sakit. Rasanya sangat teramat dalam hingga hanya hati yang bisa memaknainya, tanpa ucap, tanpa kata. Suatu ketika dalam benakku muncul pertanyaan. Mungkinkah dalam sebuah keramaian seorang anak manusia merasa sepi? Mungkinkan dari sebuah keceriaan terdapat goresan luka yang tak kunjung pulih? Atau mungkinkah dari raut wajah yang tersenyum terdapat tetesan air mata yang tak pernah kering? Jawabannya akan kita cari dan temukan bersama dalam buku ini. Mungkin atau tidak? Sepertinya di antara kita akan menemukan jawaban yang berbeda-beda. Tetapi yang pasti rasa akan selalu menjadi jawabannya. Sekarang, aku ingin mengajakmu untuk ikut berkelana ke dalam berbagai ruang rasa yang sempat aku masuki selama beberapa tahun terakhir ini. Semoga ruang-ruang ini dapat membuat kamu merasakan pengalaman yang sama dan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman tersebut. Semoga. Selamat memasuki ruang rasa 😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines