NADIR
  • WpView
    Reads 581
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 28, 2020
"I don't need thousand word to love you that I need is one. Qobiltu" Suara hujan semakin keras terdengar berjatuhan membasahi bumi, seakan menghapus rindu yang menggebu. Tiupan angin melambai - lambai dikulit, aroma khas semakin mengobati kerinduhan pada air yang tak pernah mengeluh menjatuhi bumi. Pandangan mata merambat jauh menyusuri air yang semakin deras menjatuhi bumi. Bayangan indah seakan menari - nari dibenakku, harapan besar dikemudian hari semakin kutanamkan dalam benak ini. Namun, apakah Aku sudah cukup umur untuk memikirkan semua ini?. Arghhhhhh...... Aku terlalu muna dengan semua ini, harapan yang terlalu tinggi, membuatku terjebak pada satu titik. Kenangan yang menghantam harapan membuatku semakin ragu melangkah. Dan musuh terbesar seorang manusia adalah rasa takut itu sendiri. Lantas kenapa ia betah sekali bersemayam dalam tubuhku. Mampukah aku menggapai mimpiku? Mengurah harapan menjadi kenyataan?
All Rights Reserved
#275
greget
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • REKSHA ✔
  • Your Memories[End]✔
  • Cinta Untuk Nabila (SELESAI✔)
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)
  • Kuterima Khitbahmu (TAMAT)
  • Kehormatan ATAU Cinta
  • Rinai
  • Cinta Dalam Mihrab Taat  (⚠TELAH TERBIT⚠)

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

More details
WpActionLinkContent Guidelines