My Kamvret Boyfriend

My Kamvret Boyfriend

  • WpView
    LETTURE 266
  • WpVote
    Voti 3
  • WpPart
    Parti 8
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, dic 3, 2019
"Kalo lo naksir sama gue harusnya lo bilang bukan diem kan ga lucu kalo gue di embat sama orang lain duluan." ~Fawaz Haidar Ismail Ketika ketentraman hidup sedang stabil ada saja biang kerok yang usil,namun siapa sangka dari hal hal seperti itu bisa menumbuhkan rasa hingga mempersatukan dua insan yang sifatnya jelas jelas bertolak belakang. Penasaran kisahnya? Mending langsung baca deh! HappyReading😂👾
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Empty | 00L NCT Dream
  • Untung Sayang
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • Arshaka Heizen Lergan
  • Because I'm Stupid (End)
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • ZIVANA(ON GOING)√

Di panti asuhan adalah hal yang bahagia untuk mereka. Byan yang tidak tau keberadaan kedua orang tuanya dan hanya di nafkahi oleh kakek dan neneknya yang sedang mengurus perusahaan di luar kota bahkan luar negeri, Arlen yang jarang bisa merasakan kehangatannya sebuah keluarga dan hanya bisa merasakannya saat runtuh atau berhasil, Galih yang merupakan anak dari ibu dan bapak dari panti asuhan dan merupakan anak tunggal, dan yang terakhir adalah Juna yang tidak tau arti kehangatan keluarga sebenarnya itu apa. Punya banyak teman, punya adik-adik asuh, juga bertemu dengan banyak orang tua yang terpaksa menitipkan anaknya ke panti untuk urusan di luar kota bahkan ada yang sampai di luar negara. Bagi Byan, bertemu dengan teman-temannya adalah keberkahan sesungguhnya. Kalau ada yang mau merawatnya pun, dia tak butuh. yang di butuhkan adalah tiga sahabat nya. Mereka sudah saling bergantung satu sama lain. Bahkan kalau bisa, Byan menyerahkan hidupnya demi kebahagiaan sahabatnya. "Sahabat gue harus tau rasanya kebahagiaan." -Byan "Kita itu satu. Kita tetap kita. Empat tetap empat. Ga kurang, ga lebih." -Arlen "Yang gue butuh itu kalian. Gue butuhnya kalian. Selain kalian, ga ada lagi!" -Galih "Dari kecil bareng, sedih bareng, main bareng, nangis pun bareng. Makan aja kadang bareng. Kalau mati? gue sendiri aja. Lo semua bahagia aja dulu, ya?" -Juna [100% FICTION] [Friendship] [Harsh words]

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti