Save My Life

Save My Life

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 22, 2020
"Maafin mama Si, semua karna mama. Kalo aja mama nurut sama kakek kamu, dengarin kata kakek kamu mungkin sekarang kita gak bakalan hidup begini." Isak tangis mama saat dulu ketika jualan yang dijajakan Daisy tak habis terjual. Jangankan untuk beli beras, untuk membeli lagi bahan kue yang habis juga tak cukup. Daisy terpekur memandang gundukan tanah yang sudah lima tahun tak ia kunjungi. Ingatan ketika mama masih hidup langsung menyambangi pikirannya. Dari sekian banyak kenangan indah malah kenangan pahit yang terlintas. Ibarat makan madu dan empedu bersamaan, rasa pahitnya akan lebih terasa ketimbang manisnya madu. Menghela napas yang entah ke berapakali Daisy lakukan, tapi tak menghilangkan rasa sesak yang ia rasa, malah makin menyesakan air mata untuk dikeluarkan. Barang kali, memang garis tangannya yang malang. Hingga lebih banyak kemalangan ketimbang kebahagiaan di hidupnya.
All Rights Reserved
#41
daisy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Story Of Sharga & Ahra ✅(Tamat)
  • Istri Mas Duda  [End]
  • Ana Or Anara
  • Dibalik Tawa
  • LUKA PUNYA CERITA
  • A R S E A N A
  • Amor?
  • LANGIT BIRU

Hujan mengguyur bumi pagi itu. Jalanan digenangi air yang terus berjatuhan dari subuh tadi. Tampak gadis bertubuh mungil tengah disibukkan oleh aktifitas seperti biasa. Hujan bukan alasan untuknya bermalas-malasan. Meski rasa mengantuk terus menghantuinya. "Apa yang kau masak pagi ini?", Seseorang dengan suara berat mirip anak laki2 tiba-tiba muncul. Dia mengambil gelas dan menuangkan air untuk diminumnya. "Bisakah kau tidak membuatku terkejut? suara laki-lakimu sangat mengganggu", Sungut si gadis mungil. "Jangan salah kan aku, ini kan memeang biasa terjadi ketika aku bangun tidur, jadi apa yang kau masak?", Kembali gadis bersuara laki-laki itu bertanya. "Mie instan, kau mau?", Si gadis mungil masih sibuk dengan mie instan untuk sarapannya pagi ini. "Kau baik sekali, 1 mangkuk dengan telur ya, terima kasih", Si gadis bersuara laki-laki itu berlalu meninggalkan si gadis mungil sendiri. Ini bukan cerita tentang kehidupan si gadis mungil dan si gadis bersuara laki-laki. Ini kisah tentang salah satu diantara keduanya. Fatima Nayyer Azahra panggil saja Ahra. Gadis mungil yang pendiam, pintar tapi memiliki takdir yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Semua baik-baik saja sebelumnya. Dia dikelilingi orang-orang yang begitu menyayanginya. Dia memiliki ibu dan seorang adik laki-laki bernama Hirham Adzan. Ahra juga memiliki 2 sahabat yang selalu ada saat dia sedih maupun senang. Hani Fairuz si gadis bersuara laki-laki itu salah satunya dan Eleanor Clemira. Mereka sudah seperti saudara. Apapun yang membuat Ahra bahagia, Fai dan El ikut bahagia. Begitupun sebaliknya, apapun yang membuat Ahra sedih, Fai dan El juga merasakan hal yang sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines