Janji Dandelion

Janji Dandelion

  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 1, 2019
Jika ada yang namanya takdir ,maka Dia adalah tukang usil. Jika takdir sudah menjadi hal yang seharusnya dimiliki, Dia pasti mengikatkan benang merah di tangan kami. Tapi mungkinkah itu? Entahlah... Biarkan takdir yang berkata! Apakah aku sedang bermimpi? "Siapa namamu?" tanya pemuda itu kepada gadis di depannya. "Dandelion...". Ucapnya bagaikan bisikian lembut yang menyayat hasrat. "Apakah kita akan bertemu lagi?" "Jika itu takdir, maka kita akan berjumpa kembali" "Kapan kita akan bertemu lagi?" "Segera," "apakah kamu berjanji?" "Seperti dandelion yang selalu terbang ke langit dan membawa harapan baru. Seperti itulah janjiku. "Dendelion???"ia tak mengerti. "Bila aku dandelion yang tak memiliki kata-kata, layaknya dirimu ku kan tetap memandang bintang" Happy reading friends,
All Rights Reserved
#562
bintang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Diary [COMPLETED]
  • Tentang Dirimu yang hilang
  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Aksara Lingga
  • 𝐁𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐭𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭
  • ALZEA (TERBIT)

Wulan mendekat, penasaran. Bintang mengeluarkan sebuah gelang anyaman dari kantong celananya. "Ini buat kamu. Supaya kita selalu jadi sahabat selamanya." Wulan tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Sahabat selamanya?" Bintang mengangguk yakin. _________________________________ _________________________________ "Kehilangan mengajarkanku arti kehadiran. Tapi kehadiran yang tak pernah pergi, mengajarkanku arti pulang. Dan pada akhirnya, bukan tentang siapa yang kembali-melainkan siapa yang sejak awal tak pernah benar-benar pergi." __________________________________________________________________ "Lucu ya? Saat akhirnya kupikir aku bisa bernapas lega, dunia malah menertawakan aku. Seolah berkata, 'Jangan senang dulu, aku belum selesai menghancurkanmu.'" - Wulan Salsabila. __________________________________________________________________ "Orang yang paling keras kepala bukan orang yang tidak mau mendengarkan perkataan orang lain. Tapi dia yang tahu dirinya hancur, tahu dirinya butuh bantuan, tapi tetap saja milih buat menyimpan semuanya sendiri." -Raka Aditya. __________________________________________________________________ "Lan, kalau aku adalah bintang indahmu, maka kamu adalah bulanku-seseorang yang memberiku cahaya bahkan di malam-malam tergelap. Kamu adalah ketenangan, kehangatan, kehadiran yang membuat segalanya terasa aman dan indah. Bahkan ketika bintang-bintang mulai redup, bulan tetap bertahan, bersinar dengan tenang. Jadi, jika kamu memanggilku bintang indahmu, maka aku akan memanggilmu bulan abadiku-seseorang yang tetap tinggal, seseorang yang selalu bersinar di langitku." -Bintang Pradipta. __________________________________________________________________ "Dari janji persahabatan di bawah pohon rindang SD, hingga langkah-langkah berat di SMA-kapan persahabatan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit?" PERHATIAN‼️ Cerita ini murni ide author tanpa menjiplak karya siapapun enjoy~♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines