HANCUR
  • WpView
    Reads 256
  • WpVote
    Votes 115
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 27, 2019
Bagaimana jadinya jika kelahiran kalian tidak diharapkan? Pasti sedih bukan? Banyak orang yang mengharapkan kehidupan yang bahagia serta keluarga yang harmonis. Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima takdir yang telah digariskan Tuhan untuk kita dan menjalani Kehidupan kita dengan ikhlas. Sama halnya dengan Deandra Rachelia Sistama. Dia berasal dari keluarga kaya raya tapi dia tidak pernah merasakan kebahagiaan yan sesungguhnya. Karena orang tuanya sudah tidak memperdulikan dia lagi. Bahkan orang tuanya pernah mengeluarkan kata yang sangat menyakitkan. Yaitu, menyesal telah melahirkan, merawat, serta membesarkan dia. Dan Rachel pun pergi dari rumah itu saat dia berumur 10 tahun. Dan dia menjadi pelayan dikafe. Dengan gaji yang lumayan untuk kehidupannya sehari-hari. Dan dibalik semua itu ada sesosok sahabat yang selalu mensupport dia, agar menjalani kehidupan dengan tabah. Tapi dia akan menunjukkan kepada kedua orang tuanya, bahwa dia bisa sukses tanpa adanya sosok figur ibu dan ayah.
All Rights Reserved
#768
ceritaindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • ANOTHER JOURNEY | Spin-off IN THE END ✔
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • LENGKARA
  • Nata, De & Coco
  • ALVIN (On Going)
  • Salah Target [Unpublish]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Sámpái Jumpá :) [Tamat]
  • Life Script

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines