Story cover for INJUSTICE by meydhialstr
INJUSTICE
  • WpView
    LETTURE 70
  • WpVote
    Voti 12
  • WpPart
    Parti 2
  • WpView
    LETTURE 70
  • WpVote
    Voti 12
  • WpPart
    Parti 2
In corso, pubblicata il nov 27, 2019
Emelly Jordan
   Seorang pelayan cafe yang dimana dia sering terlambat untuk berangkat bekerja, apakah dia mendapatkan satu kesempatan untuk kembali bekerja?

   Emelly hidup seorang diri. Dia hanya berharap agar keadilan berpihak kepadanya. Mungkinkah keadilan itu akan diberikan tuhan kepada Emelly? Atau mungkin tuhan akan memberikan ketidak adilan lagi?

   Ya! Hidup Emelly tidak akan jauh dari kata ketidak adilan.

   Dimulai dari keluarga, sahabat, pekerjaan, dan satu lagi yaitu CINTA.


   Emelly selalu berdoa kepada tuhan agar dewi fortuna selalu berpihak kepadannya. Dan Emelly ingin lebih bahagia di masa hidupnya yang amat tidak adil ini.
Semoga tuhan mendengar doa dari emelly
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere INJUSTICE alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
#22ketidakadilan
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 9
RAIN SAMUDRA cover
Kau Yang Tak Tergapai cover
I'm Yours? - What Is Love? cover
Kembali Bersamamu (END) cover
THE GIRLS INSYAF AND SECRET HUSBAND || End  cover
Takdir Cinta Aurora cover
PELIPUR LARA CH2 (END) cover
𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan] cover
Kenapa Harus Dia?[✓] cover

RAIN SAMUDRA

30 parti In corso

Aqeela Rain Ameira, gadis periang yang memiliki trauma mendalam terhadap hujan setelah kehilangan adiknya dalam sebuah kecelakaan. Setiap kali hujan turun, ingatan akan adiknya yang pergi terlalu cepat kembali menghantuinya, membuatnya merasa cemas dan takut. Hujan, bagi Aqeela, bukan hanya simbol cuaca, tapi juga kenangan pahit yang sulit dihindari. Alrescha Fattah Samudra, laki-laki yang menyimpan trauma besar terhadap laut setelah kehilangan ibunya dalam kecelakaan laut. Laut yang luas dan tenang justru menjadi pengingat akan rasa takut dan kehilangan yang mendalam. Meskipun berusaha menghadapinya, setiap kali Fattah mendekati laut, bayangan ibunya yang hilang selalu mengintainya, menyisakan kekhawatiran yang tak mudah diatasi. "Gue bisa jadi payung lo ketika lo takut hujan, Lo bisa peluk gue ketika petir dan hujan datang bersamaan, gue akan selalu ada di samping lo, Qel" kata Fattah dengan lembut sambil menatap Aqeela Aqeela mengangguk pelan, matanya lembut. "Gue juga akan jadi ombak yang ngebawa lo ke pantai, ketika lo takut laut." Fattah tersenyum, lalu melanjutkan dengan penuh keyakinan, "Kita hadapin bersama selagi kita masih punya satu sama lain" Cerita ini sepenuhnya merupakan hasil dari pemikiran dan imajinasi penulis. Jika ada kesamaan dalam tokoh, tempat, atau elemen lain, itu murni kebetulan. Selamat membaca.