Story cover for Cinta Egi  by Ambar_arum
Cinta Egi
  • WpView
    Reads 267
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 267
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Nov 27, 2019
Aku menatap mata mu lekat-lekat berharap kamu akan mengatakan sesuatu yang mendebarkan. Ternyata tidak. Kamu berpaling.

Kamu pilih yang lain. Kamu suka yang lain. Kamu cinta yang lain. Dihatimu dia adalah no 1. Sepertinya ruang untukku terlalu sempit. 

Aku lirik sekali lagi. Pikiranmu hanyut dibawa olehnya. Padahal di sampingmu ada aku. 

"Gi.. " panggilku. Diam. 
"Gi..  Egi.. " panggilku lebih keras. 
"Eh iyaa ta. " dengan ekspresi kagetnya. 

Tiba-tiba aku mengurungkan niat untuk berbicara padanya. Aku tertunduk dan berpikir sekali lagi. Dia benar-benar spesial untukmu ya?

Tapi aku akan selalu menunggumu.
All Rights Reserved
Sign up to add Cinta Egi to your library and receive updates
or
#332perkuliahan
Content Guidelines
You may also like
BarraKilla by novaadhita
64 parts Complete
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
You may also like
Slide 1 of 9
Shivviness[END] cover
That One Person, YOU cover
RadenRatih cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
[END] Blind Rainbow cover
BarraKilla cover
Strong Girl Michella (END)  cover
Waiting SOMEONE cover
Diary Ayra: Cerita Cinta SMA cover

Shivviness[END]

41 parts Complete

Suatu ketika aku bermimpi. Berlari tanpa arah di tengah jalan berkabut. Dan batu kecil pun bisa membuatku jatuh tersandung. Dengan rasa sakit, tak mampu berdiri sendiri. Aku menengadahkan kepala dan melihat sosok samar orang yang kusukai. Dia hanya terdiam seraya perlahan mengulurkan tangannya menanti aku tuk meraihnya. Begitulah... tangan itu memang harus kuraih sendiri. Aku harus berusaha menggapainya. "Akan kuraih..." sesaat aku berpikir seperti itu, seraya kuulurkan tanganku padanya. Kau tahu apa yang terjadi padaku kemudian?... Tanpa kusadari ada sosok lain yang sudah lebih dahulu mendekat dan membantuku kembali berdiri. Tangannya tak hanya terulur tetapi juga dengan erat menggenggamku. "Tenanglah." bisiknya, "Aku akan selalu ada untukmu." Kabut perlahan menghilang, memperlihatkan dengan jelas sosok didekatku itu. Aku tak terkejut. Aku sudah tahu, ternyata memang dia. Selalu dia... Karena bahagia sesederhana itu..