Cinta Egi

Cinta Egi

  • WpView
    LECTURAS 267
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, sep 26, 2020
Aku menatap mata mu lekat-lekat berharap kamu akan mengatakan sesuatu yang mendebarkan. Ternyata tidak. Kamu berpaling. Kamu pilih yang lain. Kamu suka yang lain. Kamu cinta yang lain. Dihatimu dia adalah no 1. Sepertinya ruang untukku terlalu sempit. Aku lirik sekali lagi. Pikiranmu hanyut dibawa olehnya. Padahal di sampingmu ada aku. "Gi.. " panggilku. Diam. "Gi.. Egi.. " panggilku lebih keras. "Eh iyaa ta. " dengan ekspresi kagetnya. Tiba-tiba aku mengurungkan niat untuk berbicara padanya. Aku tertunduk dan berpikir sekali lagi. Dia benar-benar spesial untukmu ya? Tapi aku akan selalu menunggumu.
Todos los derechos reservados
#686
perkuliahan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • Waiting SOMEONE
  • Bersamamu
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • I Love You
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Wrong Dream
  • Stupid Love [END]
  • BarraKilla
  • [END] Blind Rainbow

Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido