Story cover for The Reason by nr_laailaa
The Reason
  • WpView
    Leituras 23
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 2
  • WpView
    Leituras 23
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 2
Em andamento, Primeira publicação em nov 27, 2019
" Rafka itu nyebelin, dia itu cowok aneh. Ngga bisa main semua jenis permainan bola, dia itu selalu sabar tiap kali gue buat kesel. Kenapa si raf nggak pernah bisa marah sama gue? - kayla

" Kayla itu rusuh, tengil, banyak ngomong. Gue nyesel dulu pernah ngira dia anak pendiem. Kayla... Gue itu bisa main bola!!! Cuma gue nya aja yang males mainnya. Dari pada kayla, dia itu lemah semua materi olahraga. Dia cuma bisa renang sama lari, hell. Anehnya, gue nggak pernah bisa marah sama anak ini." -Rafka



3 tahun bersama bukan lah hal yang mudah untuk dilewati. Suka dan duka telah di lalui bersama. Ini sebuah cerita klasik, antara 2 manusia yang terjebak dalam zona lingkaran pertemanan. Bisa dianggap sebuah keberuntungan dan juga hal menyakitkan dalam hidup secara bersamaan.
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar The Reason à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#151kayla
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
BAD RAFA [COMPLETED], de xxxkdl
57 capítulos Concluída
ARES [1] : RAFA ARSENIO Ini tentang Rafa Arsenio, lelaki tampan pemilik mata segelap obdisian juga tatapan tajam seperti seekor singa jantan yang siap untuk menerkam lawannya. Ini tentang Rafa, sang ketua geng Ares yang banyak digilai oleh para kaum Hawa. Si kejam dengan julukan 'The King of Racing' yang melekat pada dirinya. Dunia Rafa hitam dan kelam, segelap langit malam yang tidak pernah di kunjungi bintang atau sinar bulan sekalipun. Sampai ia berjumpa dengan sosok Alya Senja Gabriella, gadis pecinta olimpiade yang mampu menghangatkan suasana hatinya kembali. Gadis misterius, dengan segala luka yang ia simpan di balik senyum manisnya. Ketika sepotong luka yang satu bertemu dengan sepotong luka yang lainnya, akankah bisa bersatu? Saling menyembuhkan? Atau justru akan menghancurkan kedua insan tersebut? Cerita ini tidak hanya membahas tentang kisah percintaan antar dua orang saja. Pentingnya sebuah ikatan kekeluargaan, juga arti persahabatan yang sesungguhnya akan selalu setia menemani setiap alur yang ada. Menjadi bumbu pelengkap untuk kalian semua yang sudah masuk ke dalam dunia Rafa bersama kawan-kawannya. (WARNING! TERDAPAT BEBERAPA ADEGAN KEKERASAN, KATA-KATA KASAR DAN UMPATAN). #1 in Teenfiction (05-10-2020) # 1 in Anaksma (20-08-2020) # 1 in Senja (20-08-2020) # 2 in Ares (20-08-2020) # 13 in Friend (20-08-2020) # 21 in Geng (20-08-2020) # 23 in Masalalu (20-08-2020) # 27 in schoollife (20-08-2020) # 63 in Persahabatan (20-08-2020) # 83 in keluarga (20-08-2020) # 91 in teen (20-08-2020) Started at : 12 April 2020 Finish at : 20 Juli 2020 Copyright ©2020 by : ainisssz
Untitled 2017  [Ongoing], de Sandrialova
11 capítulos Em andamento
Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
feel blue cover
[1] Closer ✔️  cover
Halcyon  cover
ABHIPRAYA: Not Me, But It's Me (Sudah Terbit) cover
Bad and Good cover
RAFKA [LENGKAP] ✔ cover
BAD RAFA [COMPLETED] cover
Untitled 2017  [Ongoing] cover
Oranye Di Langit Senja cover
Transmigrated as twins cover

feel blue

16 capítulos Em andamento

Kalila telah menyukai Rafi sejak lima tahun yang lalu. Diam-diam, ia menyimpan rasa yang tak pernah padam. Rafi adalah pusat semestanya-sosok yang tak tergapai, namun selalu hadir dalam benaknya, bahkan dalam hal-hal kecil sehari-hari. Kalila menyebutnya cinta, tapi sahabatnya, Mika, lebih sering menyebutnya obsesi. Katanya, Kalila terlalu melankolis untuk ukuran seorang gadis remaja. Selama lima tahun itu pula, Rafi telah berganti pacar sebanyak musim berganti. Kalila? Ia tetap berdiri di tempat yang sama: mengagumi dari kejauhan, tanpa pernah berani menyapa, apalagi berharap dibalas. Rafi bahkan mungkin tak tahu namanya. Kalila menulis puisi ataupun pantun kepada Rafi berharap perubahan dan menciptakan skenario-skenario yang hanya hidup dalam kepalanya sendiri. Namun waktu berjalan, dan hidup tak pernah menunggu. Ketika kenyataan mulai menggerus mimpinya, Kalila pun mulai bertanya: sampai kapan ia akan bertahan dengan rasa yang tak pernah diberi ruang untuk tumbuh? Lantas, mau diapakan perasaan Kalila sekarang ini? Haruskah ia tetap diam dalam bayang-bayang, atau justru mulai menulis kisahnya sendiri-dengan atau tanpa Rafi di dalamnya?