Story cover for Mentari by FhaniFyuu
Mentari
  • WpView
    LECTURAS 95
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 8
  • WpView
    LECTURAS 95
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 8
Continúa, Has publicado nov 27, 2019
Apa yang ada dipikiranmu kala mendengar kata Mentari? terdengar begitu indah bukan?. Yahh Mentari memang indah namun apakah hidup Mentari Anatasya seindah mentari? tak ada yang menjamin, namun bisa juga hidup Mentari seindah Mentari, tak ada yang tau kecuali takdir. Yahh takdir. 


"Reyhan sahabat aku, aku mengenalnya sejak aku kecil sedangkan Dara dia mantan kamu Arga!". Teriak Mentari dengan air mata yang sudah membasahi pipi.

"Arga, apakah pantas seorang lelaki begitu perhatian kepada mantannya? sedangkan lelaki itu sudah memiliki kekasih? Arga sakit." Ucap Mentari sambil memegang dadanya sedangkan lawan bicaranya hanya diam menatap Mentari.

"Arga, aku mencintaimu. sangat, sangat mencintaimu tapi aku tidak akan mau mencintai sepihak, itu sakit Arga." 

Mentari menghela nafas.

"Arga, jika kamu memang masih mencintai Dara mantan kamu, aku lepasin kamu. Kita putus." Ucap dara sambil melenggang pergi dari hadapan Arga.  


"Maaf, mentari."




-----

Berjalan tanpa arah, langkah demi langkah ia tempuh tak peduli dia sekarang dimana, tak peduli sekitar. ia berjalan dengan pandangan kosong seolah nyawanya sudah tak ada. Hingga Air matanya menetes bersamaan dengan turunnya hujan.

"Terima Kasih Hujan."



-----

Kamar kacau, gelap gulita, putung rokok berserakan, botol minuman dimana-mana. sekacau itukah pemilik kamar? mungkin ia. Terlihat tatapan kosong keluar jendela. Tanpa disuruh Setetes air mata menetes diikuti yang lainnya.

"Maaf, Mentari."


-----

Tawa mengejek tercetak dibibir seseorang menatap sebuah foto yang menampilkan dua orang sedang berpelukan. Lalu ia merobek foto itu dan terbahak.

"Kalian Bodoh!".
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Mentari a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#784arga
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Seperti Odong-Odong de wahyuhiday04
9 partes Concluida
"Eh, tau ngga sih. Tadi, Si A nembak gue," kata seorang cewek yang barusan aja ditembak, heboh. "Hah?" Temennya ngejatohin piring yang sedang dipegangnya ,syok. "Sumpah lu? Beneran?" "WOY!!! ITU KENAPA PIRING NYOKAP GUE LU PECAHIN?" teriak cewek yg barusan aja ditembak, emosi. "Yah, maaf deh. Lu sih, ngagetin gue." "Udah, udah." Temennya yang lain mencoba menengahi. "Jadi bener Si A nembak lu?" Cewek yang habis ditembak mengangguk pelan sambil bersihin serpihan piring yang berserakan. "Langsung?" Cewek yang habis ditembak menampakan senyum sok manis, lalu mengedipkan matanya bak orang yg udah lama gak minum obat cacing, "Iya." "Hah?" Temennya yang kagetan ngejatohin gelas yang baru aja dipegangnya. "Di-dia nembak lu langsung?" "HEH!!! ITU KENAPA GELAS NYOKAP GUE DIPECAHIN JUGA?!" "M-m-maaf. Lu sih, bikin kaget gue mulu. Kan lu tau gue orangnya kagetan. Kemarin aja, gue mecahin kepala orang. Gara-gara pas lagi megangin tuh kepala, gue dikagetin. **** [Maaf, masih tahap belajar. Jadi, jika kalian melihat ada kata-kata atau kalimat yg aneh, mohon dimaklumi. Karena, ternyata mencari pembimbing yang bisa ngajarin gue nembok itu susah.] . . [Untuk kalian yang udah baca matur nuwun. Tanpa kalian, gue hanyalah remahan gorengan kemarin sore.] . . [Tolong ketika kalian baca, jangan lupa sempetin waktu sedetik kalian buat vote yah. Pliiisss, pencet tanda bintang. Ingat bintang. Bukan, idung atau udel temen sebelahmu.] . . [Sekali lagi, muuucih.]
About Meet (COMPLETED) de Lutfioktatys
60 partes Concluida
Pertemuan bukan awal dari perpisahan, namun kamu saja yang belum mengikhlaskan perpisahan itu. Jangan salahkan pertemuan jika kau kehilangan, karna pertemuan dan perpisahan adalah sebuah takdir, lantas jangan melawan takdir karena sejatinya takdir adalah skenario terbaik yang dibuat oleh tuhan pada kita💚. Mentari, gadis tomboy,gadis pemilik otak konyol,gadis pembenci pertemuan karena ada kisah pahit dimasa lalu yang membuatnya dibenci oleh adik kembarnya bahkan orang tuanya tak menganggap sebagai anaknya. Gadis pemilik senyuman palsu karena ia selalu menyembunyikan segala kesedihan agar tidak dianggap lemah oleh orang-orang terdekatnya. Dan dia nyaris orang-orang tidak pernah melihatnya menangis, karena ia hanya bisa menangis jika dia benar-benar sendiri atau ia hanya menunjukan tangisannya pada orang yang ia percayai. ------------------------------------------------------ Surya, pemuda tampan,playboy,anggota geng motor,hobby balap liar, ingin sekali memiliki hati seorang gadis cantik di kelasnya, gadis tomboy yang memiliki otak setengah waras seperti dirinya. Tapi ternyata hati gadis itu susah sekali untuk dimiliki. Akankah Surya bisa menaklukan hati gadis itu? ------------------------------------------------------ "Harusnya gue ngak percaya sama kata-kata manis dia tentang pertemuan itu." "Harusnya gue ngak ngedengirin saran konyol dari mulut lo itu, kalo gue ngak ngedengerin itu, mungkin gue ngak jatuh cinta sama dia." ----------------------------------------------------- "Yakin lo mau memilih adik kelas itu?" "Iya, gue lebih tertarik dengan dia." "Gak nyesel, katanya dapatin hati doi susah, kalo susah tapi udah lo dapetin, kenapa lo sia-siain?" Dia diam tak bergeming mendengar ucapan temannya. "Ingat, karma is real!" Selamat membaca karya saya tentang Mentari dan Surya ---------------------------------------------------------- Awal puplish Oktober 2018 Target ending Juli 2019 Mohon doa restunya wahai kawan-kawan
Diantara Kalian  de meisya_azzahra
31 partes Concluida
"Bukannya ini yang Lo mau!! Lo gak suka kan gua ikut campur dalam kehidupan Lo?! Lo risih kan kalo gua terus ngontek Lo. Trus apa salah gua sekarang?! Bukannya Lo sendiri yang ngomong kalo gua itu BUKAN SIAPA-SIAPA LO" Ketus Adit "Apa?? Lo marah sama gua karna perihal itu?? Okke gua minta maaf, kalo emang waktu itu omongan gua nyakitin hati Lo" lirih Rara merasa bersalah, sedangkan Adit hanya mengacak wajah kasar. "Pasti karna ini juga kan Lo kemaren matiin telfon gua gitu aja!! Dan ngebatalin rencana yang udah Lo rencanain ke gua!! Iyya kan?? Bener dugaan gua pasti Lo baper atas omongan gua." Tambah Rara menatap sendu Adit. "Bukannya gua baper.. gua cuma mikir gitu 'oh Iyya, bener kata Lo, gua emang bukan siapa-siapa lo' gua hanya sekedar benalu dalam kehidupan Lo. Kedatangan gua kembali malah ngebuat hubungan Lo sama Raffa terusik. Setidaknya dengan cara gua kembali ngejauhin lo, Lo akan lebih tenang tanpa ada pengganggu kaya gua" balas Adit menatap ke arah lain "Tapi dit, gua gak bermaksud kaya gitu" ucap Rara memegang tangan kiri Adit dengan mata berkaca-kaca, entah mengapa ia sangat ingin menangis dengan ucapan Adit tadi. "Niat Lo udah bener, dan gua bakalan bantu wujudin niat Lo itu. Sumpah demi apapun gua sama sekali gak berpikir kaya gitu" ucapnya gemetar, Tetapi Adit malah melepas tangan rara, ia menghela napas dan langsung membalikan tubuhnya. "Maaf gua harus pergi. Gak usah khawatirin gua Ra, gua cuma lagi pengen sendiri." Lalu berjalan meninggalkan rara, Rara tak sadar ia telah meneteskan air matanya setelah seperginya Adit dari hadapannya. Tak lama Rachel menepuk pundak Rara dari belakang, buru-buru rara langsung menghapus air matanya dan tersenyum palsu ke Rachel. . . . . . . . penasaran mending baca dulu, clam guys ini bukan nyeritain tentang PHO, kalian belom tau alur sebenarnya kaya apa, so mau tau lebih jelas baca yukkk😚😅😆 Peringkat : #60 nyata (29 Januari 2019) #88 lucu (11 Januari 2019)
BULAN (END) de iloveyoubyy
34 partes Concluida
Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
VAGALDARA [TERBIT] cover
Seperti Odong-Odong cover
DESPERATE (COMPLETED) ✔ cover
ANARAN cover
Epilog Tanpa Prolog cover
About Meet (COMPLETED) cover
Diantara Kalian  cover
Mentari Tanpa Sinar cover
BULAN (END) cover
sorry (COMPLETE✔✔) cover

VAGALDARA [TERBIT]

63 partes Concluida

CERITANYA LENGKAP YAWW🧡 BACA DULU SEBELUM BERARGUMEN ⚠️⚠️ seorang gadis yang menikah dengan kemauan orang tuanya hanya karena demi kebaikannya dan kebaikan perusahaan ayahnya, tetapi menurut gadis itu menikah dengan cara seperti itu ia merasa tersiksa oleh itu "lo jangan pernah berharap gue bisa cinta sama lo" ucap suami gadis itu. "Vaga!! Bisa anterin gue ke rumah sakit?" Pinta gadis itu. "Ck. Apaan sih lo, nyusahin banget tau gak" kesal Vaga. "Bentar doang Ga" mohon Dara pada Vaga. "Mati aja Lo sana, nyusahin banget jadi orang" *** "gue mau cerai, Vaga..." degg!! "Lo gak bercanda kan, Ra?" *** "Lo udah bunuh pacar gue anjing" "Bukan gue Vaga, dia jatuh sendiri" "Bacot lo anjing" Plak *** "Mati aja sana, Lo gak penting tau gak" *** "Lo ngapain sih, jangan meluk" *** "Buka baju Lo, liatin tubuh jalang Lo itu ke semua siswa di sini" ** "Sedih banget sih hidup lo, dasar jalang"