We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mentari

Mentari

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 15, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Apa yang ada dipikiranmu kala mendengar kata Mentari? terdengar begitu indah bukan?. Yahh Mentari memang indah namun apakah hidup Mentari Anatasya seindah mentari? tak ada yang menjamin, namun bisa juga hidup Mentari seindah Mentari, tak ada yang tau kecuali takdir. Yahh takdir. "Reyhan sahabat aku, aku mengenalnya sejak aku kecil sedangkan Dara dia mantan kamu Arga!". Teriak Mentari dengan air mata yang sudah membasahi pipi. "Arga, apakah pantas seorang lelaki begitu perhatian kepada mantannya? sedangkan lelaki itu sudah memiliki kekasih? Arga sakit." Ucap Mentari sambil memegang dadanya sedangkan lawan bicaranya hanya diam menatap Mentari. "Arga, aku mencintaimu. sangat, sangat mencintaimu tapi aku tidak akan mau mencintai sepihak, itu sakit Arga." Mentari menghela nafas. "Arga, jika kamu memang masih mencintai Dara mantan kamu, aku lepasin kamu. Kita putus." Ucap dara sambil melenggang pergi dari hadapan Arga. "Maaf, mentari." ----- Berjalan tanpa arah, langkah demi langkah ia tempuh tak peduli dia sekarang dimana, tak peduli sekitar. ia berjalan dengan pandangan kosong seolah nyawanya sudah tak ada. Hingga Air matanya menetes bersamaan dengan turunnya hujan. "Terima Kasih Hujan." ----- Kamar kacau, gelap gulita, putung rokok berserakan, botol minuman dimana-mana. sekacau itukah pemilik kamar? mungkin ia. Terlihat tatapan kosong keluar jendela. Tanpa disuruh Setetes air mata menetes diikuti yang lainnya. "Maaf, Mentari." ----- Tawa mengejek tercetak dibibir seseorang menatap sebuah foto yang menampilkan dua orang sedang berpelukan. Lalu ia merobek foto itu dan terbahak. "Kalian Bodoh!".
All Rights Reserved
#39
mentari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Odong-Odong
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • My Boy Friend [SELESAI]
  • Eccedentesiast
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • BULAN (END)
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • Mentari Tanpa Sinar
  • ANARAN

"Eh, tau ngga sih. Tadi, Si A nembak gue," kata seorang cewek yang barusan aja ditembak, heboh. "Hah?" Temennya ngejatohin piring yang sedang dipegangnya ,syok. "Sumpah lu? Beneran?" "WOY!!! ITU KENAPA PIRING NYOKAP GUE LU PECAHIN?" teriak cewek yg barusan aja ditembak, emosi. "Yah, maaf deh. Lu sih, ngagetin gue." "Udah, udah." Temennya yang lain mencoba menengahi. "Jadi bener Si A nembak lu?" Cewek yang habis ditembak mengangguk pelan sambil bersihin serpihan piring yang berserakan. "Langsung?" Cewek yang habis ditembak menampakan senyum sok manis, lalu mengedipkan matanya bak orang yg udah lama gak minum obat cacing, "Iya." "Hah?" Temennya yang kagetan ngejatohin gelas yang baru aja dipegangnya. "Di-dia nembak lu langsung?" "HEH!!! ITU KENAPA GELAS NYOKAP GUE DIPECAHIN JUGA?!" "M-m-maaf. Lu sih, bikin kaget gue mulu. Kan lu tau gue orangnya kagetan. Kemarin aja, gue mecahin kepala orang. Gara-gara pas lagi megangin tuh kepala, gue dikagetin. **** [Maaf, masih tahap belajar. Jadi, jika kalian melihat ada kata-kata atau kalimat yg aneh, mohon dimaklumi. Karena, ternyata mencari pembimbing yang bisa ngajarin gue nembok itu susah.] . . [Untuk kalian yang udah baca matur nuwun. Tanpa kalian, gue hanyalah remahan gorengan kemarin sore.] . . [Tolong ketika kalian baca, jangan lupa sempetin waktu sedetik kalian buat vote yah. Pliiisss, pencet tanda bintang. Ingat bintang. Bukan, idung atau udel temen sebelahmu.] . . [Sekali lagi, muuucih.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines