Handsome Girl

Handsome Girl

  • WpView
    Reads 868
  • WpVote
    Votes 98
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 23, 2021
Amber menatap cincin yang disodorkan kepadanya. Ia menatap benda mungil itu dan laki-laki yang berdiri di hadapannya, tangannya tidak meraih maupun menolak, hanya bersidekap. "Apa kamu benar-benar yakin? Like one hundred thousand percent freaking sure? Kalau aku bilang iya, hidupmu akan sangat berubah." Pria itu hanya mengulum senyum. "Aku yakin. Adik pertamamu boleh menantangku cerdas cermat. Yang kedua silahkan menantangku tanding basket. Yang bungsu jelas akan kutemani naik ke ring. Yang penting aku dapat 'iya' darimu. Bagaimana?" Amber mendesah. "Jangan minta turun di tengah perjalanan kita atau aku akan mengebirimu, Shim Changmin."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • nightmare (Jaedo) (BXB)
  • [1] You're Life With NCT ✔
  • Awake [Jungkook BTS Fanfict]
  • Cinta setelah Cinta
  • STORY' KITA DI BANGKU SMA
  • STOCKHOLM SYNDROME | JAEYONG [✔]
  • ADARUSA | Park Jisung (TAHAP REVISI)
  • Blue Sky » Jaemin X You
  • Snow in Hallstatt ✔️

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines