MONOLOG
  • WpView
    Reads 378
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2020
WpInfo
Poetry
Dari sebuah kutipan seniman ia menuliskan " A dancer dies twice - once when they stop dancing, and this first death is the more painful" (Martha Graham) . Ini artinya setiap orang yang berhenti melakukan apa yang selama ini menggerakkan hatinya, menggairahkan hidupnya itu sama saja seperti mati. Lalu bagaimana dengan sesorang yang sampai detik ini pun tak menemukan apapun yang mampu menggerakkan hatinya dan membuat hidupnya lebih bergairah dan bermakna, apa itu artinya dia tidak terlahir sama sekali. Ini berkali lipat lebih menyakitkan dari pada kematian pertama yang dimaksud. the coffee latte
All Rights Reserved
#20
monolog
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembut Seperti Doa
  • KONSEKUENSI HATI
  • One More Time (End)
  • 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓
  • Love & Pain & Motivation
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Curse blood
  • IT'S NOT UP TO US
  • Meet Again (SATZU)

> "Ini bukan tentang cinta yang penuh drama, tapi tentang tenangnya mencintai seorang perempuan yang membuat dunia serasa melambat, setiap kali ia tersenyum. Tentang lelaki biasa, yang jatuh hati bukan karena ingin memiliki, tapi karena ingin menjaga cara Tuhan menciptakan kelembutan." > Dalam buku ini, kamu akan diajak masuk ke hati yang sedang mencintai, tidak dengan gegap gempita, tapi dengan rasa yang diam-diam tumbuh, mengakar dalam, dan tidak pernah ingin pergi. > Ini kisah tentang mencintai seorang wanita yang begitu cantik dan lemah lembut- hingga dunia terasa lebih indah hanya karena ia ada. --- --- Quotes Pembuka "Cinta bukan hanya soal memiliki, tetapi tentang mendoakan dalam diam, menjaga dalam jauh, dan mencintai dalam segala bentuk keheningan." --- Dedikasi Untuk perempuan yang kusebut dalam setiap doaku, yang membuat malamku bersinar lebih lembut, dan hidupku terasa lebih utuh --- Ucapan Terima Kasih Aku ingin berterima kasih kepada Tuhan, yang menghadirkan cinta seindah ini ke dalam hidupku. Untuk perempuan yang menjadi alasan mengapa setiap kata lahir dari ketulusan: kau adalah hujan paling syahdu yang pernah aku doakan. Terima kasih juga untuk diriku sendiri, yang mau tetap percaya pada kekuatan cinta, bahkan di saat dunia terasa sunyi. Untuk kamu yang membaca buku ini - semoga hatimu merasakan hangatnya cinta yang tak harus sempurna untuk disebut abadi. --- Tentang Penulis seorang penulis yang percaya bahwa kata-kata bisa menjadi rumah bagi perasaan yang paling sunyi. Melalui setiap huruf dan kalimat, ia mencoba mengabadikan rasa rindu, bahagia, dan harapan yang seringkali sulit diucapkan. "Lembut Seperti Doa" adalah karya yang lahir dari perjalanan hatinya - sebuah surat cinta untuk seseorang yang ia kagumi dengan segenap jiwa. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines