AKLI
  • WpView
    Reads 360
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 5, 2020
"Kenapa mah? Kenapa? Setelah 20 tahun Akli hidup di dunia ini, kenapa baru sekarang Akli harus tau kebenarannya mah?........ Kenapa. ngak dari dulu? Andai aja Akli ngak nemuin suratini mungin Akli ngak bakalan tau kebenarannya" Seorang pria bertanya kepada seorang wanita paruh baya yang berada di depannya dengan air mata yang mengalir dipipi Pria itu. "Bukan maksud mamah merahasiakan ini sama kamu nak, tapi mamah ngak mau kamu ninggalin mamah nantinya" Pria itu menatap wanita paruh baya itu dengan tatapan tidak percayanya. "Hah?......" Hening sejenak lalu Pria itu membuka suara lagi. "Walaupun nanti Akli bakalan ninggalin mamah, mamah akan tetap jadi mamahnya Akli, Akli yakin andai mamah ngasih tau Akli dari awal, Akli mungkin ngak ada niatan buat ninggalin mamah, Tapi sekarang Akli ngak tau lagi mau ngapain" Pria itu sudah cukup kecewa dengan wanita di depannya ini. "Tapi nak, mamah kan ud......... AKLI! AKLI!!" Belum sempat wanita itu menjelaskan lagi, Pria itu sudah berlalu meninggalkan ruang tamu itu menuju......... Entahlah ia akan ke mana hanya dia, Tuhan dan (author) yang tau. Tubuh wanita paruh baya itu merosot hingga terduduk lemas di lantai dan air matanya yang terus mengalir.
All Rights Reserved
#1
pragnant
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Blooming Lady [completed]
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • Sweetest Venom
  • Kembali Bersamamu (END)
  • 27 FEBRUARI
  • Regan dan Cintanya [END]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • PUTRI ARABELLE DISELIMUTI AWAN

"Katakan padaku bagaimana caranya berhenti mencintai seseorang yang bahkan tak pernah mencoba mencintaimu kembali?" Liana tak pernah bermimpi menjadi istri dari lelaki yang menatapnya seperti beban. Ia hanya gadis biasa, yang jatuh terlalu dalam pada laki-laki yang patah dan tak ingin diperbaiki. Pernikahan mereka tak dibangun dari cinta, tapi dari kesunyian yang tak diucapkan, dari janji-janji yang tak pernah dibuat, dan di dalam rahimnya, tumbuh seorang anak yang mungkin tak pernah dirindukan ayahnya. Di balik keheningan rumah yang dingin, di antara senyum pura-pura dan malam tanpa pelukan, Liana menulis surat-surat untuk anaknya. Ia tahu, dunia tak akan memberinya bahu untuk bersandar tapi ia ingin sang anak lahir dari seorang ibu yang pernah mencintai sepenuh hidup, meski dicintai tak pernah jadi bagiannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines