Story cover for Rosseland by SafiraBiru
Rosseland
  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 150
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Nov 29, 2019
"LO!?,kenapa sih selalu Ketemu lo terus!"

"Ini tempat umum kok!"

   Ros menatap tajam laki-laki yang ada dihadapannya Dia bosan selalu saja bertemu dengan Dia, dimanapun Ia berada.
All Rights Reserved
Sign up to add Rosseland to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
In Someone Elses Shadow cover
Need Someone💔 cover
KAMU cover
ARKAN |END| Belum Revisi cover
sincere love from a hurt girl cover
Late cover
GADIS UNGU KESAYANGAN ARSEN cover
Love you secretly 💙 cover
Arkan ardiantara rimond  cover

In Someone Elses Shadow

15 parts Complete Mature

"Waktu kedua kalinya kita bertemu, kau berkata bahwa mari menjadi lebih dekat satu sama lain. Then why did we change?" Dennis tidak pernah menyangka kalau satu ciuman di malam itu akan mengubah segalanya. Dulu, Mark hanyalah seseorang yang sering ia lihat di kantin kampus-tertawa bersama teman-temannya, menantang orang untuk bermain basket, atau terkadang tidur siang dengan buku terbuka di dadanya. Seseorang yang seharusnya hanya sekadar 'ada' dalam hidupnya, tidak lebih. Namun, semua berubah sejak perjalanan ke villa itu. Sejak malam di mana bibir mereka bertemu, sejak rasa yang tidak pernah Dennis sadari sebelumnya perlahan tumbuh tanpa bisa ia hentikan. Sekarang, dia duduk di sudut perpustakaan, mencoba membaca buku di hadapannya, tapi pikirannya melayang. Mark masih sama seperti dulu-tersenyum dengan cara yang membuat dadanya sesak, menatapnya dengan tatapan yang sulit ditebak. Tapi ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. Sesuatu yang menggantung, tidak terucapkan, seolah hanya menunggu salah satu dari mereka untuk mengakhirinya atau membiarkannya terus ada. Dennis menghela napas, menatap ke arah Mark yang duduk di seberang meja. Matanya bertemu dengan milik Mark sesaat sebelum pria itu tersenyum tipis-senyum yang membuat perutnya terasa aneh. Kapan semuanya menjadi serumit ini?