GANGSTA (END)

GANGSTA (END)

  • WpView
    Reads 18,270
  • WpVote
    Votes 1,052
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadComplete Sat, May 2, 2020
"Apa kau benar-benar tahu apa itu kehidupan?" Hidup itu keras. Kau takkan tahu seberapa kerasnya hantaman dari kehidupan yang mencoba membunuhmu kapanpun. Hidup itu kejam. Bahkan kau takkan tahu seberapa kejamnya manusia yang hidup di dalamnya seolah ingin membunuh satu sama lain. Kau akan tau seberapa kejamnya iblis berwujud manusia itu menyayat raga dan jiwa mu. Jadi, seberapa kuat dirimu untuk bisa terus hidup? [Cerita ini hanya fiksi belaka. Bagi pembaca yang tidak nyaman dengan kata-kata kasar ataupun alur ceritanya, jangan baca. Terima kasih.] -Kayell
All Rights Reserved
#6
gangsta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Alshana
  • Coincidence
  • Surat untuk fajar
  •  ANATHA
  • REVANO UNTUK REVA
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines