Allah, Bolehkah Aku Mencintainya?

Allah, Bolehkah Aku Mencintainya?

  • WpView
    Reads 216
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 1, 2019
Sejak ditinggalkan oleh cinta pertamanya, lalu berkali-kali pula merasakan kegagalan dan kekecewaan dalam hal cinta, hidupnya berubah drastis. Kalau dulu merokok saja dia sudah terbatuk-batuk, sekarang jangankan merokok, minum berbagai macam minuman beralkoholpun sudah biasa ia lakukan. Tak sampai disitu, sejak kenal dengan Mark, ia malah sudah masuk dan terjebak kedalam dunia yang lebih kelam. Bertahun-tahun hidup dalam kubangan dosa, bertahun-tahun terbiasa dengan hal-hal yang buruk, tak membuatnya sadar dan kembali menjadi dirinya sendiri. Sampai suatu hari dia berkenalan dengan seorang wanita tanpa disengaja, sejak saat itu pula ia seolah sedang hidup dalam dua pilihan yang membingungkan. Apakah memilih tetap hidup dalam glamour dunia yang membuatnya puas sesaat? Atau memilih berhenti dan membuktikan bahwa pendosa seperti iapun tentu bisa berubah? Namun, ditengah semuanya hatinya digoncang oleh satu pertanyaan. Pantaskah lelaki bejat sepertinya mencintai wanita itu? Apakah Tuhan tak marah? Allah, Bolehkah Aku Mencintainya? . . . . Diketik Oleh Jari-Jemari Yang Tunduk Patuh pada Pemiliknya. . . Jumat, 29 November 2019
All Rights Reserved
#161
kisahkehidupan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Assalamualaikum Imamku
  • Benang Takdir Azalea
  • Ikhwan [SELESAI]
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • Love is Punishment [SUDAH TERBIT]
  • SYAHADAT CINTA (Completed) #SUDAH DITERBITKAN
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Lantunan Kalam Hati ✔

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines