Zinnia
  • WpView
    Reads 1,770
  • WpVote
    Votes 117
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 21, 2020
Di dunia yang kejam ini, kamu hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Semakin kuat dirimu, semakin lama kamu bertahan hidup. Setidaknya itulah yang menjadi dasar dalam hidup Aya. Semenjak perpisahan kedua orang tuanya, ia belajar menjadi pribadi yang mandiri. Ia tidak butuh bantuan orang lain dalam hidupnya. Setidaknya, dengan begitu ia menjadi kuat dan bisa survive di dunia. Meminta pertolongan menurutnya hanyalah alasan konyol bagi orang yang lemah. Selain itu, dengan menjadi kuat ia bisa terus berdiri di samping ayahnya. Tanpa beliau, siapa lagi di dunia ini yang peduli padanya? Tanpa beliau, ia harus hidup dengan siapa? warning! cerita ini mengandung kata-kata kasar dan sedikit adegan kekerasan.
All Rights Reserved
#15
binnie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • please stop it!! [Ending]
  • A Symbiotic
  • Let Me Love You Longer
  • Lost Time (Completed )
  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening
  • Self Injury's(complete)✔
  • Accompany Me - {REVISI}
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines