Zinnia
  • WpView
    Reads 1,761
  • WpVote
    Votes 117
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 21, 2020
Di dunia yang kejam ini, kamu hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Semakin kuat dirimu, semakin lama kamu bertahan hidup. Setidaknya itulah yang menjadi dasar dalam hidup Aya. Semenjak perpisahan kedua orang tuanya, ia belajar menjadi pribadi yang mandiri. Ia tidak butuh bantuan orang lain dalam hidupnya. Setidaknya, dengan begitu ia menjadi kuat dan bisa survive di dunia. Meminta pertolongan menurutnya hanyalah alasan konyol bagi orang yang lemah. Selain itu, dengan menjadi kuat ia bisa terus berdiri di samping ayahnya. Tanpa beliau, siapa lagi di dunia ini yang peduli padanya? Tanpa beliau, ia harus hidup dengan siapa? warning! cerita ini mengandung kata-kata kasar dan sedikit adegan kekerasan.
All Rights Reserved
#25
binnie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening
  • AMBIVALEN [TERBIT]✔
  • Self Injury's(complete)✔
  • Putri Yang Dicintai Para Roh ( END )
  • Debt of Desire (END)
  • 𝐅𝐫𝐢𝐞𝐧𝐝 : 𝐒𝐮𝐧𝐚 𝐑𝐢𝐧𝐭𝐚𝐫𝐨𝐮 [ 𝐄𝐍𝐃 ]
  • Meya
  • DOPAMINE [HIATUS]
  • The Other Me (on going)
  • Lost Time (Completed )

Fiko hanya ingin bebas. Bebas memilih jalan hidupnya, bebas bermimpi, bebas bernapas tanpa harus terus mengecewakan. Tapi hidup tak pernah memberi ruang padanya. Hari-harinya diisi oleh tuntutan, penolakan, dan suara-suara yang tak memberinya tempat untuk menjadi dirinya sendiri. Namun, tak ada yang tahu... bahwa di dalam kepalanya, ada dua suara yang terus bertarung: dirinya yang lemah, penuh cinta dan luka, dan satu suara lain yang lebih kelam, lebih tegas-Bayangannya. Bayangan itu bukan musuh, tapi perisai. Satu-satunya yang berdiri saat semua orang membiarkannya jatuh. Dan ketika dunia tetap tak mendengarkan... Fiko memilih pergi-meninggalkan luka yang tak pernah mereka lihat, dan penyesalan yang tak akan pernah sembuh. Ini adalah kisah tentang keheningan yang terlalu bising, cinta yang tidak dipahami, dan suara-suara di dalam kepala yang menjadi satu-satunya saksi penderitaan. Ini adalah kisah seorang anak yang tak pernah dimengerti... sampai akhirnya dia memilih diam yang abadi-menghilang untuk selama lamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines