Golden Hours

Golden Hours

  • WpView
    LECTURES 306
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., avr. 29, 2021
[UPDATE TIAP SABTU] Talitha, itulah nama dari seorang cewek unik yang memiliki kemampuan paling aneh di sekolah. Kata teman-temannya ia bisa membaca pikiran. Sasarannya tidak pernah meleset. Instingnya selalu benar. Dugaannya selalu akurat. Tidak ada yang tidak terkagum-kagum dengan bakat anehnya itu. Di satu sisi, ada seorang murid baru. Pindahan dari pinggiran kota, kata orang-orang begitu. Tapi wajah dan gayanya menunjukkan bahwa ia pindahan dari salah satu kota besar di Indonesia atau bahkan dari luar negeri. Ia tidak banyak bicara. Ia lebih banyak mengamati. Karel, cowok itu misterius. Mulanya Talitha tidak tertarik dengan gosip-gosip yang beredar di lingkungan sekolahnya tentang cowok itu. Talitha juga tidak berminat untuk menjadi salah satu penggemar cowok itu karena ia merasa ialah yang paling hebat. Hingga pada satu hari mereka terjebak pada tempat paling berbahaya di kota. Dan disitulah Talitha baru sadar kalau cowok itu sama sepertinya. Memiliki kemampuan spesial dan luka yang belum tertutup sempurna.
Tous Droits Réservés
#1
wym2020
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • Imaginary Boyfriend
  • DAKSA [END]
  • I Hope You (DISCONTINUED)
  • SHILA [END]
  • SEAN'S(Completed)
  • ZAYNTASYA
  • Fearsome
  • Kelas A [End]
  • Jejak Waktu [Complete]

💢Stop plagiat "Aku hanyalah rumah yang tak pernah dipilih untuk pulang." "Hidup tanpa bisa mengingat apapun, apa masih bisa disebut hidup?" Karel tumbuh sebagai anak yatim piatu, hidup di antara orang-orang yang ia temui setiap hari namun tak pernah benar-benar terasa dekat. Yang ia bawa hanya satu harapan sederhana, memiliki rumah selayaknya. Harapan itu seolah terjawab ketika ia diangkat menjadi bagian dari keluarga Winata. Namun alih-alih disambut sebagai keluarga, Karel justru harus lebih dulu menghadapi penolakan dari saudara-saudaranya sendiri. Setiap langkahnya menjadi pembuktian, setiap keberadaannya selalu dipertanyakan. Dan ketika ia hampir percaya bahwa usaha dan kesabarannya akan berbuah, takdi kembali mengambil alih. Ia dipaksa menerima kenyataan yang jauh lebih menyakitkan, bahwa ada hal-hal dalam hidup yang tak bisa ia diperjuangkan, selain hanya bisa pasrah. SEBELUM LANJUT JANGAN LUPA FOLLOW DULU..

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu