Dia adalah Hizla gadis cantik yang terlihat sama seperti gadis gadis lain di luar sana.
Tapi sebenarnya Hizla adalah gadis yang berbeda, ralat bukan berbeda tetapi ia adalah gadis yang unik. Ia aneh, ceroboh, dan kadang suka berfikir diluar kepala.
Di sekolah ia sangat ramah, semua yang ia kenal ia sapa. Bahkan yang tidak ia kenal pun tetap ia sapa dengan menebak nama orang itu.
Tetapi, walau Hizla seperti itu, ia juga merupakan gadis yang pintar. Sempat beberapa kali ia mengikuti olimpiade sains, dan selalu juara entah itu juara pertama, kedua atau bahkan ketiga. Sejak naik kelas Hizla tidak seaktif dulu saat mengikuti olimpiade, ia harus di bujuk, dan harus benar benar di beri semangat untuk mau mengikuti olimpiade.
Ada satu hal lagi yang berbeda dari Hizla. Ia suka bermain petasan. Pengalaman sejak kecil ketika abangnya selalu mengajaknya bermain petasan saat sedang hari libur. Sekarang Abangnya sudah tidak bermain petasan lagi, tapi Hizla masih ketagihan. Padahal ia sudah sering di marahi oleh tetangga dan orang tuanya, tapi gadis itu keras kepala. Mau bagaimana lagi? Hizla tidak ingin meninggalkan hobi yang menyenangkan itu.
Suatu hari Hizla kedatangan tetangga baru yang tinggal di sebuah rumah yang berada tepat di seberang jalan rumah Hizla. Di keluarga itu, ada satu laki - laki yang menurut Hizla adalah orang yang sombong.
Ingat! itu hanya menurut Hizla, ya! Hizla si gadis unik.
DUAR...
"Lo bisa dengerin gue nggak? Hah?! Jangan main petasan disini!"
"Sombong! Bilang aja pengen ikut main."
.
Let's check it out..!!
(Dipublikasikan pada tanggal 20 Januari 2020)
Lima sahabat. Satu masa SMA.
Tertawa,bertengkar,berlari dalam kenangan dan kehilangan. Ini cerita kita dan bagaimana hal yang kita anggap sederhana, ternyata berarti begitu besar saat berpisah.Ini kisah pertemanan diantara sekelompok remaja yang ingin menikmati indahnya kehidupan, pahitnya kenyataan dan hangatnya kebersamaan.
"Kalau masalah pelajaran mungkin gue bakal mundur tapi kalau ada yang sentuh sahabat gue seujung kuku aja! Gue bakal jadi orang pertama yang maju buat mereka sampai akhir"
Argani Khanza Nimah
"Rumah gue emang hancur tapi berkat persahabatan ini gue bisa merasakan kembali kehangatan rumah yang sempat gue rasakan"
Kanaya faustina
"Nilai emang nomor satu bagi gue begitu juga sahabat karena mereka support sistem utama gue di saat dunia gue mulai menghitam"
Tatianna Ushi Heleina
"Umma selalu mengatakan bertemanlah dengan orang-orang baik dan aku akhirnya menemukan mereka yang selalu memberikan aku kenyamanan melindungi ku dari pembuat onar dan selalu mendukung apa yang aku lakukan"
Qiana Wafa Yasmin
"Disaat orang-orang melihat gue dengan tatapan aneh tapi mereka selalu mengembalikan kepercayaan diri gue yang selalu hampir menghilang dari dalam diri gue, mereka yang selalu percaya dengan kemampuan gue, mereka yang gak pernah merasa risih dengan kehadiran gue walau gender kami berbeda"
Kivandra Liam Mahadhi