ALESYA DAN REYGA

ALESYA DAN REYGA

  • WpView
    Reads 1,362
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 15, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
[ON GOING & REVISI] • • • • • • Alesya gadis cantik nan menawan ini pulang ke tanah kelahirannya untuk bertemu dengan sang kakak dan neneknya. Tidak hanya satu alasan itu saja, tapi masih ada juga alasan yang lebih rumit dari itu. Dan dia pun malah tidak sengaja dipertemukan dengan laki-laki yang sangat-sangat tampan, tetapi bagi alesya laki-laki itu sungguh menyebabkan. Brukkk..... "Bisa jalan gak!?" Tegur seorang laki-laki berparas tampan dengan raut muka yang dingin "Lo kali yang jalan gak pake mata!" Balas seorang wanita cantik nan wajah yang putih ..... Awal pertemuan keduanya memang sedikit menyebalkan, tapi lama kemalaan perasaan tumbuh dalam hati keduanya masing-masing, entah apa yang akan terjadi ke depannya. Dan jangan lupakan alesya, dia adalah gadis yang penuh dengan rahasia dan apakah alesya nantinya akan menceritakan luka masalalunya pada reyga? Cus baca aja! Alesya joys charles Reyga adijaya *Mohon maaf jika ada ke samaan nama tokoh ataupun alur cerita karena itu berdasarkan ketidak sengajaan *No copasss!
All Rights Reserved
#49
shcool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KARAFERNELIA
  • Game of Hearts [REVISI]
  • ELISA & ELVANO [SUDAH TERBIT]
  • My Lovely (TAMAT)
  • AREGA [End]
  • ALFHASSA
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Altezza Reiki ( REPOST ULANG)
  • Only You [Slow Update]
  • EXCHANGE

Cerita ini menggambarkan perjalanan emosional Bryan dan Alesha serta dampaknya pada anak-anak mereka, menggambarkan kebahagiaan di tengah kesedihan dan harapan untuk masa depan. .... Raka berdiri di tengah kamar, wajahnya merah dan napasnya memburu. "Lu mending keluar dari kamar gue sekarang juga! Lu cuma ganggu gue, tau nggak? Bicara yang penting-penting aja, jangan cuman bikin ribut!" ujarnya dengan emosi memuncak. Bian, yang sudah lelah dengan suasana tegang, menjawab dengan nada kesal, "Biasa aja napa sih? Iya, iya, gue keluar. Gue nggak akan ganggu lo lagi." Dengan geram, Bian membuka pintu dengan keras dan menutupnya sampai bergetar. Kamar itu kini hening. Raka berdiri diam, meresapi kesunyian yang menggigit. Di sudut kamar, dia membiarkan air mata menetes perlahan, wajahnya tersembunyi di balik tangan. Dalam isak tangisnya, dia berbisik, "Gue nggak benci, gue cuma kangen. Gue pengen banget ngerasain pelukan dari sosok ayah, tapi dia udah punya keluarga sendiri, jadi gue nggak bisa ganggu dia." Raka merasa frustasi dan terpuruk, merasakan setiap detik beratnya kepergian dan kekosongan yang ditinggalkan. Seperti jejak langkah yang meninggalkan bekas, kenangan itu terus menghantui dan menyisakan luka dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines