MY PERFECT LITTLE BROTHER

MY PERFECT LITTLE BROTHER

  • WpView
    Reads 4,107
  • WpVote
    Votes 538
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 7, 2020
(HARAP FOLLOW PENULISNYA TERLEBIH DAHULU) HIV dan AIDS adalah dua penyakit yang berbeda namun keduanya saling berhubungan. HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh secara drastis sehingga dengan mudahnya dapat membuat infeksi penyakit lain pada tubuh manusia. Kondisi ini dapat menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Menurut laporan UNAIDS pada akhir 2017 ada sekitar 36,9 juta orang yang hidup dengan mengidap penyakit ini. Lalu termasuk 940 ribu orang meninggal akibat AIDS. Aldo menghela pasrah setelah membaca sebagian lembaran artikel di tangannya. Sedangkan Dodi, sang adik hanya menatapnya dengan mata penuh pancaran cahaya hangat yang selalu ditujukan pada sang kakak. "Yuk, pulang." Dodi mengangguk senang. Bocah kecil inilah yang menjadi salah satu dari sekian ribu alasan yang paling ampuh membuatnya mampu untuk bertahan sampai sejauh ini. Senyumnya yang jujur, pancaran matanya yang hangat dan pandangannya yang teduh membuat Aldo mau tak mau harus mengakui bahwa Dodi lah yang menjadi malaikat untuknya.
All Rights Reserved
#292
dewa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Melodies [END]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • The Other Half
  • Anna's Secret [END]
  • Atarangi. {Selesai}
  • Unconditional
  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • Another Story Of The Twins✔️
  • Alisa's Story

Terkadang seseorang memiliki harapan yang tidak dapat diungkapkan, namun ada tiga hal yang akan selalu mendengarkan harapan itu: Tuhan, lilin, dan bintang jatuh. Itulah mengapa kita selalu berdoa kepada Tuhan, mengucapkan harapan pada saat ulang tahun, dan memohon pada bintang jatuh. --- "Apa yang kau lakukan padanya?" Reina tertawa sarkas mendengar itu. "Kau seharusnya bersyukur aku tidak menancapkan pisau itu di dadanya." Reina menunjuk-nunjuk dada itu sebelum tangannya ditepis kasar. "Stay away from her!" "Jika itu yang kau mau, maka berhentilah mendekatinya. Bukankah aku sudah bilang, kau hanya milikku seorang, jika aku tidak bisa memilikimu, maka tidak ada orang lain yang boleh memilikimu. "Aku bisa melukainya lebih lagi jika kamu mau!" teriak Reina kembali tertawa sarkas. --- "Ambulans! Cepat panggil ambulans!" Darah itu terus mengalir membasahi bajunya. Tangannya yang dingin terangkat menyentuh air mata yang mengalir turun membasahi pipinya. Suara itu memanggil namanya semakin keras saat pandangannya menjadi gelap. (c) 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines