We Just Can Be a Friend?

We Just Can Be a Friend?

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 21, 2020
Mereka berteman. Mereka bersahabat. Mereka bersama. Sejak lama. Pertemuan mereka diawali dengan ketidaksengajaan. Pertemuan mereka diawali dengan adu bacot. Pertemuan mereka diawali dengan berebut tempat duduk di kelas. Pertemuan-pertemuan itulah yang kini membuat mereka seakan menyatu. Seakan alam mampu berkonspirasi untuk pertemuan mereka. Dua anak manusia yang memiliki sifat sangat bertolak belakang. Satu dengan sikap dan sifat yang dingin seperti gunung es. Satu dengan sikap dan sifat yang akan membuat orang-orang disekitar hanya mampu menggelengkan kepala dan mengurut dada sambil berkata "Sabar". Namun, kembali lagi dengan konspirasi alam. Sikap dan sifat yang berbeda tak menyurutkan hubungan pertemanan yang mereka jalin. Pertemanan yang sangat erat. Pertemanan yang mereka ikrarkan menjadi sahabat sejati. Yakin? Percaya dengan adanya sahabat sejati? Dengan lakon seorang laki-laki dan perempuan? Bukankan sudah hukum alam, bahwa persahabatan antara laki-laki dan perempuan itu tidak ada yang murni? Pasti salah satu akan memakai perasaan. Lalu? Siapakah yang kalah dan mengakui perasaan tersebut? Apakah mereka berdua akan tetap setia dengan ego masing-masing dan mempertahankan perasaan yang terpendam tanpa terucap? Ataukah mereka akan sama-sama kalah dan tersadar saat mereka merasakan kehilangan yang sesungguhnya?
All Rights Reserved
#367
friend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • Elina- kisah ku
  • He is not My Best Friend (End)
  • From a friend to lover?
  • ATHAYA
  • Guard Your Hearts
  • Friendzone
  • Arti Sebuah Rasa [ THE END ]
  • ATHALARIQ
  • Merebut Senja [COMPLETED]

[BASED ON TRUE STORY] Dua bentuk kepribadian berwujud sikap yang berbanding terbalik satu dengan yang lain tak jua menghalangi kisah ini, kisah yang digores pada ribuan lembar hari berbalut cinta, kasih, suka, duka dan tentu saja luka. sayang, akhir tak selalu indah. untuk mereka yang sudah mencoba tetap saling menjaga,namun akhirnya terpisah jua oleh ketidakwarasan rasa yang mereka sebut 'damai' jika mereka berjalan berpisah tak seiring bagai dulu kala. sungguh alasan yang membosankan bukan? namun kenapa? dan bagaimana dengan perjuangan ribuan lembar yang telah mereka gores dengan banyak warna pada hari lalu? apa itu tak dapat menguatkan semuanya? apa tak ada cinta yang sebenarnya bagi dua manusia dengan sifat dan watak yang sama sama tak terasa lunak dilihat macam mereka? apa yang sebenarnya salah? apa yang membuatnya terlihat tak indah? sungguh,ini amat membingungkan.......... untuk memecahakan sejuta pertanyaan tentang itu,mungkin baik jika mulai membaca ini secara perlahan dengan hati sejuk dan fikiran tenang. yaa, baiklah. mari kita mulai. dan kita selesaikan apa yang sebenarnya terlihat 'salah' sekarang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines