Arah Pulang

Arah Pulang

  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2020
Hidup itu butuh tujuan. Tujuan yang akan kau capai kedepannya. Tujuan yang akan membuatmu lebih semangat pula. Walau berat, tetapi bukannya tujuan adalah tantangan buat diri sendiri? Seorang siswi remaja ini yang bernama Elfina, ia hanya siswi biasa yang duduk di bangku kelas delapan. Tak tanggung-tanggung ia meraih impiannya, walau kondisi sama sekali tak mendukungnya. Tetapi, baginya impian yang diraihnya bukan hanya impian yang hanya dapat diraih dengan mudahnya, tetapi bebagai macam rintangan yang akan ia lewati. Ku coba menatapmu lekat samar-samar. Mendangarkan lagu yang melo untuk didengar. Ku coba lagi untuk membidikmu lekat-lekat, sambil menunggumu datang untuk mendekat. Tarus mancoba dan mencoba. Melihat arah yang sendu meraba. Hilang arah tak tau entah kemana. Mungkin sampai sinilah kuberjuang untuk padamu. Tersampaikan rasa sakit ini, perjuangan yang menyakitkan. Terus melangkah tak lihat lelah. Walau fisik sudah menjadi taruhan.
All Rights Reserved
#65
ilmu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Merajut Mimpi Dengan Seutas Tali
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • KONSEKUENSI HATI
  • SESAT DIHUTAN AOKIGAHARA | Liburan Menyeramkan
  • KAPAN MOVE ON?
  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Alicia Stories : In Another World
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri

‼️ ON GOING ‼️ Langit senja merekah jingga, membentang luas seolah tak berbatas, seperti mimpi-mimpi yang sejak kecil ia genggam erat dalam hatinya. Seorang gadis berdiri di bawah cahaya mentari yang perlahan tenggelam, menatap langit dengan sejuta harapan. Ia memiliki begitu banyak impian-besar dan bercahaya-seakan menggantung di atas sana, menunggu untuk diraih. Namun, dunia di sekitarnya tak selalu bersikap baik. Sejak kecil, ia hidup dalam bayang-bayang keraguan dan cemoohan. Orang-orang memandangnya sebelah mata, menganggapnya tidak berbakat, tidak istimewa, dan tidak memiliki masa depan yang menjanjikan. Ia sering kali merasa sendirian, diabaikan, bahkan dijauhi. Kata-kata mereka menusuk seperti pisau tajam yang menggores kepercayaan dirinya. "Kau tak akan pernah menjadi apa-apa." "Mimpimu terlalu tinggi, kau hanya akan jatuh." "Berhentilah berkhayal, hadapilah kenyataan." Tapi di dalam hatinya, ada api kecil yang terus menyala. Api itu adalah tekadnya. Alih-alih menyerah pada semua penolakan dan hinaan, ia memilih jalan yang lebih sulit-jalan penuh perjuangan dan kerja keras. Ia tak ingin hidupnya dihabiskan dalam penyesalan hanya karena ia tak cukup berani untuk mencoba. Ia memulai segalanya dari nol, mengisi hari-harinya dengan belajar, membaca, dan berlatih. Saat orang lain menikmati waktunya, ia memilih untuk tetap terjaga di malam-malam panjang, berusaha lebih keras dari siapa pun. Ia tahu bahwa satu-satunya cara untuk membuktikan dirinya bukanlah dengan membalas kata-kata mereka, tetapi dengan pencapaian yang tak bisa mereka sangkal. Namun, perjuangannya tak mudah. Ada hari-hari di mana ia hampir menyerah, saat kelelahan menghimpit, saat dunia terasa begitu berat. Tetapi setiap kali ia merasa ingin berhenti, ia mengingat mimpinya. Ia mengingat bagaimana ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu, bahwa ia lebih dari sekadar gadis yang diremehkan oleh banyak orang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines