Arah Pulang

Arah Pulang

  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2020
Hidup itu butuh tujuan. Tujuan yang akan kau capai kedepannya. Tujuan yang akan membuatmu lebih semangat pula. Walau berat, tetapi bukannya tujuan adalah tantangan buat diri sendiri? Seorang siswi remaja ini yang bernama Elfina, ia hanya siswi biasa yang duduk di bangku kelas delapan. Tak tanggung-tanggung ia meraih impiannya, walau kondisi sama sekali tak mendukungnya. Tetapi, baginya impian yang diraihnya bukan hanya impian yang hanya dapat diraih dengan mudahnya, tetapi bebagai macam rintangan yang akan ia lewati. Ku coba menatapmu lekat samar-samar. Mendangarkan lagu yang melo untuk didengar. Ku coba lagi untuk membidikmu lekat-lekat, sambil menunggumu datang untuk mendekat. Tarus mancoba dan mencoba. Melihat arah yang sendu meraba. Hilang arah tak tau entah kemana. Mungkin sampai sinilah kuberjuang untuk padamu. Tersampaikan rasa sakit ini, perjuangan yang menyakitkan. Terus melangkah tak lihat lelah. Walau fisik sudah menjadi taruhan.
All Rights Reserved
#20
matematika
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Alicia Stories : In Another World
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • KAPAN MOVE ON?
  • Merajut Mimpi Dengan Seutas Tali
  • SESAT DIHUTAN AOKIGAHARA | Liburan Menyeramkan
  • This Is My Dream
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)

BLURB! Ternyata dunia ini benar-benar sempit. Luka lama yang kukira sudah sembuh, datang lagi tanpa aba-aba. Namaku Anita, seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan putriku, Audrey, sendirian. Aku pernah dikhianati dan kehilangan kepercayaan pada cinta, sampai dua pria datang bersamaan: satu dari masa lalu yang pernah menghancurkan, dan satu lagi yang menawarkan ketulusan baru. Kini aku harus memilih... Kembali pada cinta yang dulu melukai, atau membuka hati untuk yang baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines