Bite the Bullet

Bite the Bullet

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sat, Nov 30, 2019
Karena pada akhirnya, sesuatu yang menyakitkan itu selalu meminta untuk direlakan dan dibiarkan pergi. Meskipun harus memaksa kita menerima pembelajaran dengan cara paling buruk. Jadi ketika kamu membaca ini--ketahuilah, bahwa aku sudah belajar cukup baik untuk melepaskanmu.
Creative Commons (CC) Attribution
#899
marriagelife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Bleeding Lady [completed]
  • Second Choice?
  • SEBENING CINTA (TAMAT)
  • The Blooming Lady [completed]
  • Memories [SELESAI]
  • Obsessed Or Love (END)
  • SWEET PAIN | JENO
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Pelakon Antagonis [Sudah Terbit]

Ia tak pernah meminta hidup yang sunyi. Namun sejak kecil, ia diajari bahwa diam adalah satu-satunya cara untuk bertahan. Seorang perempuan dinikahkan oleh ayahnya dengan anak angkat yang tak pernah merasa memiliki siapa pun. Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan tentang kewajiban, dendam, dan luka yang diwariskan tanpa permisi. Laki-laki itu tak pernah mencintainya. Bahkan, tak pernah mencoba. Yang ia lihat hanyalah sosok yang mewakili masa lalu yang ingin ia lupakan, bayangan dari keluarga yang membuatnya merasa asing seumur hidup. Malam-malam perempuan itu dipenuhi dingin. Bukan hanya dari tubuh yang menjauh, tapi dari kemarahan yang tak ia pahami. Namun dalam sunyi yang dipaksakan, ia tetap bertahan. Mencoba belajar mencintai dalam diam. Menanti entah untuk disembuhkan, atau perlahan dilenyapkan. Kisah sunyi tentang hati yang tak pernah dipilih, dan luka yang terlalu dalam untuk disuarakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines